PC PMII 2019 Kota Mataram Resmi Dilantik

Sekjen PB PMII, Sabolah Al Kalamby melantik Puluhan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC.PMII) Kota Mataram Periode 2019-2020 di Hotel Graha Ayu Mataram, Selasa (13/8). Dalam pelaksanaan Konferensi Cabang ke XXXIII bebera waktu lalu, yang sebelumnya Abdul Qader Jaelani sebagai ketua cabang yang lama di gantikan oleh Herman Jayadi sebagai ketua yang terpilih dan dilantik bersama puluhan pengurus baru lainnya.

Sekjen PB PMII, Sabolah Al Kalamby dalam pengambilan sumpah pengurus baru menegaskan, sebagai organisasi pergerakan, bukan hanya kuantintas yang difokuskan akan tetapi lebih kepada terwujudnya pada kualitas kader-kader di sekuruh Indonesia. Kebijakan ini sekaligus mendasari dalam menentukan dan memilih pimpinan cabang harus mengeyam pendidikan tinggi, minimal mereka harus melanjutkan pendidikan di jenjang pascasarjana.

"Sehingga kader-kader yang selanjutnya akan termotivasi dengan senior yang berpendidikan tinggi,” tegasnya,

Selaian peningkatan kualitas kader, ia juga mengingatkan bahwa peran PMII untuk kesatuan bangsa Indonesia harus diperkuat dengan membangun koordinasi sesama kader di seluruh indonesia. Saat ini terjadi sebuah fenomena yang menjadi perhatian bersama yaitu terdapat beberapa kelompok yang berusaha memecah belah negara kesatuan NKRI. Fenomena ini didasari oleh hasil penelitian alumni PMII terhadap ratusan kampus di Indonesia. Terdapat 2,5 % mahasiswa di Indonesia yang menyetujuai adanya gerakan penegakkan khilafah dan tidak setujuh dengan sistem pemerintah saat ini.


“bagi PMII, ini adalah ancaman serta tantangan bagi kita semua. Dan kita harus menjadi terdepan memberikan pemahaman dan mencegahnya” jelasnya.

Oleh karena itu, atas inisiasi Cipayung Sehingga terbitlah pertauran Menteri nomor 15 tahun 2018 membukan ruang bagi OKP Cipayung untuk meningkatkan aktivitas disetiap kampus di Indonesia.

“Artinya pemerintah mengakui adanya organisasi Cipayung untuk mengantisipasi adanya gerakan gerakan radikal di sekluruh indonesia,” ungkapnya.


Sementara itu, Asisten I Kota Mataram, H. Lalu Wartawan yang juga sebagai alumni mengatakan, dalam kepengurusan sebuah organisasi harus saling menguatkan antara satu sama lain. Sehingga visi misi organasasi dapat terwujud dengan baik dan memberikan kontribusi banyak bagi kemajuan bangsa dan negara. Inovasi dan kreatifitas dalam sebuah wadah organisasi menjadi instrumen penting dalam meningktan SDM yang dhandal

“kita harus menjadi bagian penting dalm setiap pembangunan dengan SDM yang unggul,”harapnya.


Di sisi lain, Ketua PC NU Kota Mataram, Fairuz Abadi lebih menekankan kepada pergerakan  yang memanfaatkan media sosial yang baik di era digital saat ini. Di provinsi NTB yang memiliki penduduk sekitar 5 juta jiwa, terdapat 2,8 juta jiwa yang akses informasi melalui internet. Artinya ini merupakan peluang besar sebagai ruang-ruang dakwah.

“sampaikan informasi bermanfaat meski satu kalimat,” imbuhnya.

Pelantikan juga yang dihadiri oleh Majelis Pembina Cabang, Dr. Irfan Suryadinata, ketua Bawaslu Kota Mataram, Hasan Basri, POLRES Mataram, ketua PMII Balinusra serta sejumlah pengurus dan OKP lainnya. (man)

 

 

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru