Mendidik Anak Di Era Milenial

Memasuki era milenial yang begitu erat kaitannya dengan perkembangan teknologi, cara pikir dan pola hidup yang beraneka ragam, anak dengan cepat memperoleh informasi dari berbagai sumber baik itu yang positif maupun negatif dan akan dengan cepat membentuk karakter anak, sehingga mengharuskan orang tua untuk bisa melaraskan diri dan kritis agar bisa mendidik anak untuk menjadi lebih baik.

Untuk mewujudkan NTB Layak Anak Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB melanjutkan Gerakan #JamMainKita yang merupakan sebuah gerakan nasional dan telah dicanangkan pada tahun 2018 oleh Presiden RI Joko Widodo, dan kementerian terkait, melalui gelaran Talkshow yang bertajuk "Mendidik Anak di Era Milenial" yang diadakan oleh Pemprov NTB, Lembaga Perlindungan  Anak (LPA) NTB dan Tim Penggerak PKK Provinsi NTB dan  turut mengundang Prof. Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si atau biasa disebut Kak Seto yang telah berlangsung pada tanggal 17 Juli 2019 dan puncak acara pada tanggal 18 Juli 2019 yakni Hari Anak Nasional digelar berbagai permainan anak tradisional di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur Provinsi NTB.

Perubahan dari berbagai aspek begitu terasa di era milenial,  Hj. Niken Saptarini Zulkieflimansyah, SE., M.Si selaku ketua TP PKK Pemprov NTB mengungkapkan bahwa orang tua juga harus belajar untuk bisa mendidik anak di era milenial. "Kita bertemu dengan Era Milenial yang dimana perubahan begitu cepat terasa, sehingga dengan adanya talkshow ini sebagai orang tua kita bisa belajar" tuturnya.

Keluarga harus bisa menerima berbagai potensi yang dimiliki anak, potensi akademik maupun non akademik jika didukung oleh orang tua akan dapat mewujudkan generasi emas yang dapat memajukan daerah. "Semua anak pada dasarnya cerdas, ada yang cerdas dalam akademik dan cerdas non akademik karena dicintai oleh keluarga dirumah, guru - guru disekolah" tutur Kak Seto.

Membiasakan dalam penggunaan intonasi ketika berinteraksi dengan anak - anak harus dirubah, misalnya ketika memanggil anak untuk makan, menyuruh mandi dan sebagainya harus diusahakan dengan intonasi yang dapat divariasikan dengan menyanyi. "Kalau bisa ketika memanggila anak untuk makan, belajar atau mandi bisa dirubah seperti menyanyi" tutur Kak Seto.

Peserta yang terdiri dari anggtoa TP PKK Provinsi NTB, perwakilan organisasi wanita NTB dan anggota majelis taklim sangat antusias mengikuti talkshow, salah satunya Ibu Rauhun dari TP PKK Kediri mengaku memperoleh banyak pelajaran dari kegiatan ini dan berharap agar dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh. "Sangat bermanfaat karena kita sebagai orang tua juga harus tau bagaimana perkembangan zaman sehingga dapat diselaraskan dengan bagaimana untuk mendidik anak" tuturnya.

Pemanfaatan Gawai

Selain itu, hal yang harus diperhatikan orang tua adalah pemanfaatan gawai, anak - anak cenderung fokus dengan gawai tanpa peduli permainan tradisional yang sebenarnya bisa dimamfaatkan untuk meningkatkan kreatifitas anak. Permainan tradisional memiliki banyak manfaat yang baik untuk perkembangan anak, karena fisik dan emosi anak terlibat langsung dalam permainan dan tentu mempengaruhi pertumbuhannya. 

Perlunya membatasi penggunaaan gawai pada anak - anak agar pemanfaatan waktu lebih efektif dan efisien. Peran orang tua sangat diperlukan untuk memperhatikan anak - anak dari gawai, bisa dengan mengajak bermain permainan tradisional atau dengan pengenalan tokoh - tokoh yang dapat menjadi inspirasi.  (ely TM)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru