Kekejel, Si Kenyal Yang Bermanfaat Bagi Kesehatan

 

Sumbawa Barat. Diskominfo - Pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran Tingkat Kabupaten Sumbawa Barat yang diadakan di lapangan bola Kecamatan Maluk pada Minggu (23/6/2019) kemarin yang dibuka secara langsung oleh Bupati Sumbawa Barat, H W Musyafirin, terdapat berbagaimacam keunikan, dari antusiasme warga, pondok kafilah yang dibuat permanen, pakaian panitia yang seragam yang menarik perhatian hingga tempat untuk menampilkan berbagai macam produk jajanan lokal.

Di antara jajanan lokal yang berderetan di tempat tersebut, ada satu jajanan yang menarik perhatian pengunjung. Namanya Kekejel, jajanan yang dikemas denga baik dan higienis serta dibuat dari bahan alami sari kelor, kelapa dan jelly tersebut sangat bermanfaat bagi kesehatan.

 

Di antara manfaat dan kandungan yang bisa diperoleh antara lain menjaga berat badan, mengandung protein, zat besi, dan vitamin C, selain itu ada juga unsur flovanoid yang bermanfaat membantu ibu menyusui, pertumbuhan anak dan membantu melawan virus dan bakteri.

 

Salah seorang penggagas dan pembuat jajanan Kekejel, Antini, yang sekaligus menjadi Ketua Kelompok Kerja (Pokja) III Pembinaan Kesejahteraan Keluarga Kecamatan Maluk sekaligus Sekretaris Dewan Pengurus Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) mengungkapkan, Kekejel dibuat dari daun kelor yang dimasak dan diambil sarinya, kemudian dicampur dengan kelapa dan jelly sehingga menjadi kenyal.

 

“Ide dari jajanan ini adalah dari manfaat daun kelor yang sudah diakui oleh dunia, bahkan di Amerika sari kelor dibuat dalam bentuk pil untuk dijadikan obat segala jenis penyakit,” kata Antini saat diwawancara di lapangan Kecamatan Maluk, Senin (24/6/2019).

 

Dari manfaat dan khasiat itulah Antini mencoba berinovasi untuk menarik pembeli. Bukan saja Kekejel, berbagai jenis makanan yang terbuat dari sari daun kelor dibuat oleh Antini bersama kelompok PKK nya, seperti Puding, Bolu Kukus, Pie, Kue Lumpur yang semuanya memakai bahan dasar sari kelor.

 

Untuk sementara, Antini mengaku pemasaran jajanan kelor ini hanya dipasarakan di sekitar Kecamatan Maluk dan Sekongkang saja, untuk ke luar belum ada permintaan. Dari adanya MTQ ini Antini berharap jajanan andalannya bisa dipromosikan sampai ke luar daerah.

 

“Saya berharap kepada pemerintah agar dapat membantu kami dalam mempromosikan jajanan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan ini,” harap Antini.

 

Antini mengaku, untuk mendapatkan daun kelor tersebut Ia mengambil di kebun milik salah seorang anggota PKK, jika masih kurang, Ia membeli tambahannya ke pasar.

 

“Semoga pemerintah memberikan support agar kami bisa membuat satu kebun kelor disini sehingga budaya makan kelor ini dapat diterapkan di masyarakat,” tutupnya. (feryal/tifa.)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru