Pasukan Tempur Hari Raya


KM. Sukamulia - "Pasukan Tempur Hari Raya", demikianlah anak-anak di kampung halaman kami (Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur) menyebut kelompok bermain mereka dalam rangka menikmati kebahagiaan di Hari Raya. Pasukan mereka dilengkapi dengan berbagai jenis senapan mainan bermimis pelor pelastik.

Usai shalat Id, anak-anak yang ada di wilayah pedesaan, khususnya yang ada di kampung kami dan umumnya di wilayah Kecamatan Pringgabaya berbondong menyerbu tempat-tempat penjualan mainan. Mainan yang paling mereka gemari adalah pistol-pistolan. 

Setelah membeli mainan itu, mereka berkumpul dengan teman-temannya dan membentuk kelompok-kelompok tentara yang siap berperang menumbangkan tentara musuhnya dengan pelor pelastik yang disi sebagai amunisi senapan mainannya.

Bagi anak-anak yang tinggal di wilayah kampung kami, berkumpul dan bermain bersama teman-temannya adalah hal yang sangat utama pada setiap datangnya hari raya. Momen hari raya mereka habiskan dengan bermain perang-perangan bersama kawan-kawan seusianya. Bahkan perang-perangan itu mereka lakukan antar kampung.

Idul Fitri kali ini, kami menyaksikan antusias yang sangat tinggi pada kalangan anak-anak tersebut dalam menikmati momen hari raya-nya dengan kegiatan perang-perangan. Hal itu terlihat dari banyaknya anak-anak usia SD hingga SMP yang memiliki pistol-pistolan. Sejak selesai shalat id mereka bergerombolan mendatangi para penjual pistol-pistolan yang ada di sekitaran Desa Pohgading Timur hingga Pringgabaya. 

Dipandang dari sisi ekonomis, hal ini tentunya memberikan keuntungan yang besar bagi para penjual mainan itu. Bagaimana tidak, ratusan pistol-pistolannya terjual dalam waktu kurang dari setengah hari. Harga pistol-pistolan yang mereka jual berkisar dari 20 ribu hingga 70-an ribu rupiah. Yaa demikianlah barokah hari raya yang dikaruniakan oleh Allah kepada para penjual mainan itu.

Terlepas dari para penjual yang mendulang laba di hari raya, kebahagiaan para Pasukan Tempur Hari Raya juga tidak kalah hebatnya. Bertempur dan dapat memukul mundur pasukan lawannya merupakan kebahagiaan yang tidak ternilai harganya bagi anak-anak tersebut. Kami yang menyaksikan pertempuran bertabur bahagia itu juga kecipratan bahagia yang meskipun terkadang pertempuran mereka diwarnai pertikaian kecil, yaa namanya juga anak-anak, bertikai dalam bermain adalah bumbu permainan mereka.

Pasukan Tempur Hari Raya kampung kami (Sukamulia) jumlahnya cukup banyak di Idul Fitri kali ini, hampir 80% dari jumlah anak-anak laki-laki yang punya pistol-pistolan dan mereka bergabung menjadi satu Pasukan Tempur. Musuh bebuyutan mereka adalah Pasukan Tempur dari kampung tetangga (Dasan Tengak) yang jumlahnya lebih besar dari jumlah mereka.

Kedua Pasukan Tempur tersebut mulai bertempur sejak sekitar pukul sepuluh. Pertempuran mereka lakukan di jalan raya. Mereka terus saling menghujani dengan pelor pelastik dan terkadang pelor yang mereka tembakkan mengenai pejalan yang berlalu lalang. Saat adzan zuhur berkumandang, kedua pasukan beristirahat dan mereka berkumpul lalu memulai bertempur lagi pada sekitaran pukul empat belas.

Selama pertempuran, kedua pasukan saling memukul mundur. Mereka dikatakan memenangkan pertempuran apabila pasukan lawannya terpukul mundur meninggalkan perbatasan kedua kampung.

Pertempursan Pasukan Tempur Hari Raya kedua kampung tersebut memberi kebahagiaan dan kesan tersendiri bagi anak-anak di kampung kami. Itulah cara mereka menikmati momen hari raya yang sangat ditunggu-tunggu oleh segenap umat islam.

Pertempuran yang mereka lakukan tidak sedikitpun menyisakan dendam. Malahan kegiatan itu membuat mereka saling merindukan sehingga jalinan silaturahmi dan rasa persaudaraan mereka terpukuk dengan kuat. Itulah sebabnya mereka senantiasa merindukan datangnya hari raya, baik Idul Fitri ataupun Idul Adha.

Pertempuran seperti itu hanya mereka lakukan saat hari raya saja. Bersyukur rasanya saya selalu menyaksikan momen bahagia mereka dan semoga pada hari raya berikutnya saya masih bisa menyaksikan pertempuran sengit mereka yang diwarnai kebahagiaan.

Demikian segelumit kisah bahagia hari raya anak-anak di kampung kelahiran kami. Saya rasa, anak-anak di kampung anda juga tidak jauh berbeda dengan cerita ini. 

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Takobbalallahu Minna wa Mingkum. Barakallahu Fikum. Semoga Allah mengampuni sega dosa dan kesalahan kita serta menerima segala amal baik yang kita perbuat. Mari bermaaf-maafan. Mari berhenti menebar benci. Mari kita perteguh silaturahmi. Salam dari Kampung.
_By. Asri The Gila_

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru