Bentengi Hoax dengan Informasi Baik Meski Satu Kalimat

Hadir sebagai narasumber pada seminar yang bertemakan "Kita Jadikan Generasi Milenial NTB yang Anti Hoax, Bullying, Narkoba, Pornografi dan Kekerasan" yang digelar oleh pengurus Bhayangkari NTB dalam rangka memperingati hari lahir Yayasan Kemala Bhayangkari Ke-39, Mataram (28/3).

Kepala Bidang IKP Dinas Kominfotik NTB, Fairuz Abadi menegaskan bahwa orang jahat yang sukses menyebarkan berita hoax bukan berarti mereka hebat, akan tetapi orang-orang baik yang tidak mau bersatu menyebarkan informasi baik.

"Nah, jika dalam ruangan ini ada seribu orang yang menyebarkan kebaikan diberbagai media sosial,  maka berapa banyak informasi baik yang akan membentengi berita-berita bohong. Untuk itu, mulai sekarang mari kita sebarkan hal-hal yang baik meskipun hanya satu kalimat," ajak Fairuz dihadapan para pelajar yang hadir.

Belum sempat kebaikan disebarluaskan di berbagai media sosial. Namun, Informasi bohong dan fitnah sudah menguasai separu belahan bumi, semua itu dikarenakan generasi sekarang lebih suka menyebarkan ujaran kebencian, caci maki maupun fitnah dari pada informasi yang membangun. 


Ia mengatakan, Hoax itu ibaratkan pisau yang disembelihi ke leher ayam dengan doa maka akan menjadi berkah, namun jika digunakan untuk menyembelih orang lain maka akan menjadi malapetaka bagi diri sendiri dan orang lain. Padahal sama-sama dipakai untuk menyembelih.

"Artinya, keburukan adalah kebaikan yang salah tempatnya. Tidak ada keburukan, yang ada hanya kebaikan yang salah letaknya. Dan ini terjadi di antara kita," jelasnya.

Lebih jauh Fairuz yang sekaligus sebagai kepala Kampung Media NTB mengatakan, hanya gara-gara SMS tentang adanya informasi penculikan anak yang disebarkan di Lombok  berapa nyawa melayang. Padahal informasi itu hanya iseng-iseng semata. Maka benar bahwa fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan.

"Adik-adik milenial, informasi itu hanya isinya dua; mengajak orang berbuat baik dan menghentikan orang berbuat keburukan, selebihnya semuanya fitnah," ungkapnya. 

Berkumpul dengan orang baik bertemu dengan orang-orang baik dan berbicara tentang kebaikan. Kemudian kebaikan akan disebarkan kepada orang baik maka generasi NTB menjadi generasi cerdas.(Man)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru