Sebarkan Budaya Melalui Radio

Stasiun radio sebagai lembaga penyiaran publik wajib memanfaatkan setiap segmen siaran dalam melakukan penyebaran informasi kebudayaan dari setiap daerah. 


Hal ini dikatakan Fairuz Abadi, SH dalam Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) bersama PT. Radio Suara Bima Perdana dan PT. Radio Media Yadinu Masbagik yang berlangsung di Dinas Kominfotik NTB, Rabu (27/02).

“Radio dapat didesain agar setiap segmentasi tidak dikosongkan dan tidak sibuk pada hiburan musik modern. Namun harus memahami nuansa budaya tersebut. Seperti halnya sebuah tradisi kebudayaan bersyair, berlawas dan bersajak itu merupakan tata cara orang tua kita mengirim pesan kepada saudara – saudaranya agar tidak dipahami oleh penjajah. Itu termasuk strategi dan hal ini yang perlu disampaikan kepada publik untuk dapat memahami filosofi kebudayaan melalui radio” jelasnya. 


Hal ini juga diperjelas oleh Wakil Ketua Komisioner KPID NTB Andayani, SE., M.M yang menjelaskan bahwa nilai kebudayaan dapat dikenalkan melalui lagu – lagu daerah, hal ini juga dapat menumbuhkan kembali seniman – seniman yang ada disetiap daerah.
 
“Selain lagu, kita juga dapat memperkenalkan kebudayaan melalui cerita – cerita atau pun acara adat yang dapat dihidupkan kembali” jelasnya.

PT. Radio Suara Bima dan PT. Radio Media Yadinu sebagai salah satu radio eksisting atau radio perpanjangan yang akan melakukan banyak perubahan sesuai dengan berbagai masukan 
yang telah diberikan oleh Komisoner KPID dan narasumber pada gelaran EDP. 

Perwakilan dari PT. Radio Suara Bima Khairun Muhammad akan mencoba mengkaji ulang setiap program dan berbagai materi yang nantinya akan disampaikan kepada public. “Kami akan mencoba untuk melihat kembali dan koreksi terhadap program dan materi yang di radio kami agar bisa terus berlanjut” tuturnya. (ely - Tim media)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru