SKB, Terampil Mencetak Insan Mandiri

Sumbawa Barat. Diskominfo - Sanggar Kegiatan Belaja Kabupaten Sumbawa Barat telah mengadakan kegiatan kecakapan kerja pada bidang keterampilan menjahi bagi masyarakat yang putus sekolah dan menganggur, kegiatan tersebut telah dilaksanakan kurang lebih dua bulan setengah yakni pada Bulan November dan Desember 2018 lalu.

Kegiatan tersebut dilakukan karena memang tupoksi SKB sebagai salah satu lembaga di bawah naungan direktorat jenderal pendidikan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan terhadap masyarakat yang putus sekolah dan menganggur. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala SKB, Hadijah, S. Pd., saat ditemui di Bukit mantar, Minggu (20/1).

Hadijah mengungkapkan kegiatan tersebut diikuti oleh 20 orang peserta yang berasala dari beberapa kecamatan di KSB. “Jadi pesertanya ini diberikan keterampilan menjahit dan alhamdulillah ke 20 peserta ini sudah mampu membuat beberapa pakaian sederhana.” Tutur Hadijah.

Para peserta juga telah diutus untuk magang di beberapa lokasi Penjahit yang terkenal yang ada di KSB. 20 orang peserta tersebut baru diberikan pelajaran tingkat dasar yang nantinya akan ada kelanjutannya.

“Khusus yang ini adalah tingkat dasar kemudian nanti akan ada tingkat selanjurtnya dan tingkat mahir, insyaAllah segera setelah ini, lokasi kursusnya di SKB”. Tambahnya.

Kesulitannya selama ini, lanjut kepala SKB, adalah latar belakang para peserta yang putus sekolah dan pengangguran sehingga tingkat kedisiplinannnya masih harus dilatih dan juga rasa percaya diri dari para peserta yang masih kurang.

“Selain itu, sarananya belum maksimal, dari 20 orang peserta hanya 12 orang saja yang bisa mengikuti pada satu kali pertemuan karena mesinnya terbatas.” Kata Hadijah.

Lebih jauh Hadijah mengungkapkan bahwa Instruktur yang mengajar para peserta ini tidak diragukan lagi yakni para instruktur lokal yang telah mengantongi sertifikat kompetensi dan pengalaman yang cukup.

Dari hasil kursus yang diikuti, para peserta diwajibkan untuk menjahit beberapa baju hingga selesai seperti baju adat KSB dan batik. Hasil jahitan tersebut lalu dipamerkan di salah satu objek wisata terkenal yaitu Mantar dengan harapan para wisatawan dapat mengenal budaya dan pakaian adat KSB terlebih-lebih dapat mempromosikan hasil jahitan tersebut.

Sementara itu salah seorang pengajar kursus menjahit, Sri Laidah, S. Pd., Mengungkapkan bahwa materi yang diajarkan adalah materi dasar seperti pengenalan bahan dan alat jahit, cara membongkarv dan memasang mesin jahit, cara mengambil ukuran kain, membuat pola dasar, merubah pola, membuat pola besar, meletakkan pola di atas kain, hingga menjahit.

“Para peserta ini luarbiasa semangat pada tahap dasar ini, semoga di tahap lanjut mereka bisa menyerap ilmu dengan baik sehingga menjadi penjahit yang hebat.” Tutur  Sri.

Salah seorang peserta kursus dari Telaga Bertong Kecamatan Taliwang, Hasnah mengatakan, Ia mengikuti kursus ini karena kemauannya yang bercita-cita membuka butik. “Saya ingin punya butik dan bisa menjahit sendiri.” Katanya. Ia juga mengungkapkan bahwa kesulitan yang dihadapinya adalah pada saat mengahafal rumus dan belajar pola dasar.

Sementara peserta lain, Eka Ria Asal Taliwang berharap dengan mengikuti kursus keterampilan ini Ia bisa menjahit sehingga tidak menjahit di tempat lain dan suatu saat bisa menjadi mata pencahariannya. “Saya ingin punya mesin jahit dan ingin menjadi desainer.” Tuturnya.

Selain keterampilan menjahit, SKB juga telah melaksanakan beberapa kegiatan lainnya seperti pendidikan kecakapan hidup bagi perempuan di desa Mantar, dengan memberikan pelatihan pangan lokal agar masyarakat Mantar dapat memanfaatkan produk lokal untuk membuat berbagai macam jenis kue dan jajanan lainnya.

Kemudia kegiatan Multi Aksara di desa Maluk, multi keaksaraan, jadi kemampuan baca tulis ditingkatkan dengan sebuah keterampilan. SKB juga sedang melaksanakan pendidikan kesetaraan paket B dan C. (Feryal/tifa).

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru