Kenali Sumber Informasi, Sebelum Disebarkan


Jadilah penyebar informasi yang bijak. Jangan hanya jadi pengikut di media sosial saja, kemudian ikut menyebarkan informasi. Tetapi jadilah pengikut atau pengguna media sosial yang bijak dan paham kebenaran sumber informasi.

Pernyataan tersebut diungkapkan Sekertaris Dinas (Sekdis) Kominfotik NTB, Fairuz Abadi saat memberikan materi pada seminar tentang Pemanfaatan Media Komunikasi Yang Bertanggungjawab Sambut Detik-detik Tahun Politik.

Diikuti oleh beberapa organisasi sosial masyarakat, mahasiswa, komunitas yang digagas komunitas Pemuda Gemilang dan Satuan Intel Polda NTB berlangsung selama 2 hari, Senin 25 September 2018, di Hotel Bidara Mataram.

Materi yang disampaikan Fairuz Abadi yang dikenal oleh peserta pelatihan dengan Abu Macel, dengan santai dan mengena memperkenalkan bagaimana menanggulangi berita hoax.

Seperti biasa khas Abu Macel, opening materi sebelum membahas tentang informasi dan berita hoax, fairuz menggiring narasumber dengan cerita inspiratif yang mudah dipahami kemudian memberikan pemahaman.


Menurut Fairuz, Di era digital informasi berkembang dengan cepat. Apalagi setelah adanya Internet. "Kita tidak mampu membendung laju perkembangan IPTEK, nah yang harus dilakukan adalah cara kita menghadapinya," jelas Fairuz.

Perkembangan yang begitu cepat, akan mempengaruhi kehidupan kita dalam menyebarkan berita dan mencari informasi. Baik itu lewat media sosial maupun media lainya.

"Informasi itu isinya hanya dua, mengajak orang berbuat baik dan mencegah orang berbuat jahat," jelas Penggagas journalisme Kampung Media ini.

Mengenal informasi berita itu sangat penting. Oleh sebab itu ciri informasi yang tidak benar, berita yang bohong atau istilah kerennya Hoax adalah tidak jelas sumbernya. Kenali berita itu, atau telusuri kebenarannya informasi itu. Ciri lainnya adalah selalu menyebar kebencian dan sara.


"Dijaman sekarang membuat konten visual atau foto, semakin mudah dan praktis. Dengan smart phone yang anda pegang maka anda bisa menyebarkan atau membuat konten negatif, ini yg perlu diwapadai," pesan Sekdis Kominfotik ini.

Mulai saat ini, detik ini mari kita perbanyak konte informasi yangt baik, jadilah relawan penyampai informasi yang baik bagi orang disekitar kita.

Memasuki tahun politik ini, jaga sikap, kata-kata dan selalu jadi pelopor memberikan edukasi tentang konten yang baik dan mengenali informasi yang benar dengan sumber yang jelas bukan hoax.

Kasubdit IV Kamneg Direktorat Intelkam P
OLDA NTB AKBP M.Yunus Junaidi, S. Sos, saat menutup acara menjelaskan bahwa kegiatan ini lebih kepada silaturahmi dan memberikan edukasi tentang pemahaman mengenal IT dan informasi di era digital.

"Kita ingin dekat dengan masyarakat, terutama generasi muda sebagai sektor utama penggerak di masyarakat, sehingga dengan adanya kegiatan ini, harapanya mereka garda terdepan menyampaikan dan meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat," jelas Yunus.

Apalagi jelang Pemilu, tahun politik ini. Masyarakat khususnya pemuda perlu di edukasi tentang Pemanfaatan Media Komunikasi Yang Bertanggungjawab. Memahami tentang informasi dan berita yang benar. Sehingga mereka dapat menyaring informasi mana yang perlu di konsumsi dan dibagikan ke orang lain," ungkap pria yang dekat dengan journalis ini. (Edy)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru