Indahnya Bunga Gemitir Dasan Tapen


Hamparan bunga berwarna kuning memanjakan mata. Tepatnya di Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, ladang Bunga Gemitir dengan keindahan warna kuning ramai dikunjungi. Sebenarnya kawasan ini bukan tempat umum, namun pemilik ladang memperbolehkan bagi siapa saja yang akan menikmati keindahan budi daya bunga itu sembari berpoto.

Bunga Gemitir merupakan salah satu bunga suci bagi Ummat Hindu. Atas kesuciannya, bunga ini menjadi salah satu unsur pokok dalam menjalankan ibadah.

“Pada awalnya, Ummat Hindu-Bali yang ada di Lombok hanya memperoleh bunga gemitir di halaman rumah atau di pot bunga. Namun seiring dengan perkembangan waktu jumlah kebutuhan tidak seimban
g lagi dengan persediaan. Olehnya itu, beberapa orang yang sengaja melakukan budi daya bunga, yang dihususkan untuk di pakai sembahyang,” ujar Nengan Diur, selaku petugas kebun bunga di Dasan Tapen, Lombok Barat.

Berdasarkan pemantauan, ladang bunga yang ada di Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Lombok Barat bukan hanya membudi-dayakan bunga gemitir. Ragam bunga yang dapat ditemukan di tempat ini, yaitu bunga yang baik dipakai sembahyang.

Made Menre (50 th), salah seor
ang pemilik ladang bunga di Dasan Tapen mengatakan,”kami banyak menanam bunga di petakan sawah, namun husus yang akan dipakai sembahyang. Di sini kami nanam bunga kembang atau bunga sekar. Selain itu, kami juga nanam bunga yang baunya harum seperti bunga kenanga atau teleng, “ ujarnya.

Ragam bunga lain yang ada di Dasan Tapen juga disampaikan oleh Nengah Diur. “Untuk persembahan kepada Dewa Brahma kami nanam bunga bunga mawar merah, teratai biru, bunga soka, kenyeri, kembang kertas merah. Untuk Dewa Iswara, yaitu bunga terati putih, jepun atau kamboja petak (putih), cempaka putih. Sedangkan bunga teratai kuning, cempaka kuning, kembang kuning atau alamanda adalah untuk Dewa Maha Dewa,” ujarnya.


Selain itu, ragam bunga yang dibudi-dayakan di Desa Tepen oleh Made Menre  tidaklah mekar secara bersamaan, melainkan secara berentetan. “Bunga yang ditanam di sini emang kami sudah rancang waktu panennya. Karena kami juga sesuaikan dengan waktu penyembahan dan juga hari-hari raya untuk agama Hindu,” ujar Nengah Diur yang juga menceritakan kalau penghasilannya sebagai petugas kebun bunga adalah 70.000 rupiah perhari.

Namun bagi pengunjung yang ingin membawa pulang Bunga Mekar Gemitir yang ada di Dasan Tapen ini diperbolehkan asalkan membayar langsung pada petugas. Harga Bunga Gemitir perkilo yaitu 20.000 rupiah. []

 

 

               

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru