Pengungsian Mulai Sepi


KM. Sukamulia – Awal September 2018, tempat-tempat pengungsian di sekitaran daerah Lombok terdampak gempa mulai terlihat sepi. Warga terdampak gempa sudah merasa aman dari guncangan gempa sehingga mereka berani pulang ke rumah masing-masing. Warga yang berhenti mengungsi adalah pengungsi waspada, sedangkan pengungsi permanen masih banyak yang stay di tempat-tempat pengungsian.

Sejak awala September 2018, guncangan gempa susulan memang sudah agak berkurang dan bahkan bisa dikatakan bahwa situasi sudah cukup aman. Situasi yang demikian menyebabkan warga pulau Lombok terdampak gempa yang mengungsi pasca gempa 7,0 SR kini sudah meninggalkan tempat pengungsian alias pulang ke rumah masing-masing.

Pada umumnya, pengungsi yang tergolong dalam golongan pengungsi waspada sudah pulang ke rumah masing-masing. Ada diantara mereka yang membuat hunian darurat/tenda di halaman rumahnya dan banyak juga yang sudah berani tinggal di rumahnya, terutama mereka yang kondisi rumahnya tidak rusak sama sekali dan rusak ringan.

Berbeda halnya dengan warga terdampak gempa yang tergolong dalam pengungsi permanen, yaitu pengungsi yang rumahnya hancur atau tidak layak huni akibat guncangan gempa. Mereka yang tergolong dalam pengungsi permanen masih banyak yang mengungsi di halaman-halaman sekolah, lapangan dana tau tanah-tanah lapang. Sebagian dari mereka juga membuat hunian darurat di bekas pondasi rumah mereka yang sudah diratakan oleh petugas dari PUPR, TNI, Kepolisian dan lainnya.

Kondisi tersebut kami saksikan hampir di seluruh wilayah pulau Lombok terdampak gempa. Penulis mengatakan demikian sebab sejak Kamis (13 September 2018) penulis berjalan-jalan dalam rangka pendataan akomodasi pariwisata di sekitaran Lombok Timur Bagian Utara hingga Lombok Utara. Perjalanan itu penulis lakukan juga dengan tujuan mengobservasi kondisi daerah terdampak gemap. Penulis melakukan perjalanan dari wilayah Kecamatan Pringgabaya, Sambalia, Suela dan Sembalun Kabupaten Lombok Timur.

Pada hari Senin (17 September 2018) penulis berjalan-jalan di sekitaran wilayah Kabupaten Lombok Utara, mulai dari Kecamatan Bayan hingga Kecamatan Pemenang. Pada kesempatan itu penulis melihat bahwa sebagian besar tempat-tempat pengungsian sudah sepi dan sebagian besar warga terdampak gempa sudah membuat hunian darurat dari terpal di halaman rumah/bekas bangunan rumah mereka yang sudah di ratakan oleh petugas.

Melihat situasi tersebut, bisa dikatakan bahwa kondisi daerah pulau Lombok terdampak gempa mulai memulih. Aktifitas perekonomian warga juga berangsur memulih, terlihat dari ramainya pasar-pasar tradisional dan banyaknya tempat pembelanjaan yang sudah mulai dibuka. Para petani juga sudah mulai beraktifitas di tanah pertanian mereka. Sekolah dan kantoran juga melaksanakan aktifitas seperti sebelum gempa sambil mereka melakukan pemulihan.

Warga dan pencinta kampung media yang kami banggakan, tentunya kita semua berharap agar kondisi pulau Lombok dan Sumbawa atau NTB secara umum kembali memulih dan normal dalam segala aspek kehidupannya. Semoga pula bencana gempa yang melanda NTB selama ahir Juli dan sepanjang bulan Agustus berahir. Mari kita saling memotivasi dan bekerja sama untuk bangkit bersama agar kehidupan kita kembali normal seperti sedia kala. Mari kita lawan rasa trauma gempa yang menghantui hati dan pikiran kita agar kita bekerja dengan tenang supaya NTB kita bangkit dan berjaya. Terimakasih dan Salam dari Kampung.

_By. Asri The Gila_

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru