Mulai Mitigasi, Tinggalkan Kisruh Prediksi Gempa

Perdebatan mengenai keakuratan memprediksi gempa, antara instansi resmi BMKG Indonesia dan fanpage Earthquake & Weather yang belakangan tenar di kalangan masyarakat Lombok memang tak ada habisnya. 

Tidak sedikit masyarakat yang kemudian memuja-muja situs milik Dutchsinse tersebut, dan menyatakan kekecewaannya terhadap BMKG sebagai satu-satunya lembaga resmi di Indonesia yang menginformasikan bencana gempa dan tsunami.

Kisruh prediksi gempa antara BMKG dan Dutchsinse semakin keruh di tambah dengan banyaknya peramal yang tiba-tiba muncul dan mengatakan akan terjadi gempa yang lebih besar hingga tsunami.

Fenomena ini rupanya tidak di telan mentah-mentah oleh masyarakat. Banyak juga masyarakat yang bijaksana menyikapi isu tersebut. Salah satunya sebuah group whatsapp yang berisikan Alumni UKPKM MEDIA Unram.

"Sebenarnya ulasannya hampir sama, LOMBOK RAWAN GEMPA. Cuma BMKG tidak mau memprediksi besarannyaa dan kapan akan terjadi. Tujuan utamanya tentu saja supaya tidak membuat masyarakat resah. Buktinya ada yang meninggal karena cemas yang berlebih.  PR kita sebenarnya, seperti yang ditulis Daryono di Kompas,  ada pada strategi mitigasi ke depan," tulis Rony Fernandes salah seorang anggota group tersebut.

Tulisan tersbebut kemudian ditimpali oleh anggota lainnya, Arum Agustiningrum.

"Waspada aja gak cukup, rencana mitigasinya gimana? Apa yg harus kita lakukan?  Siapin ransel ngungsi? Apa yg ibu-ibu rumah tangga harus lakukan? Selamatkan panci? Edukasi semacam ini yg sy liat belum ada," tulisnya.

Diskusi tersebut membuktikan bahwa masyarakat mulai sadar akan pentingnya edukasi mengenai mitigasi bencana. Masyarakat juga membutuhkan lebih banyak lagi informasi mengenai cara menyelamatkan diri dan cara bertahan hidup ketika bencana datang.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kominfotik NTB Tri Budiprayitno menjelaskan, BMKG sendiri telah mulai membuat simulasi-simulasi mitigasi bencana gempa, infografis, serta meme-meme edukatif yang nantinya akan di sebar kepada masyarakat untuk dipelajari.

"BMKG juga tengah melakukan sosialisasi mengenai gempa melalui Radio Republik Indonesia dan membuat group khusus bersama para wartawan untuk edukasi mitigasi," jelasnya.

Masyarakat di harapkan tidak lagi mempercayai prediksi gempa melalui akun-akun yang tidak jelas, namun diminta untuk tetap selalu waspada. Masyarakat juga diharapkan untuk lebih bijak dalam menghadapi 'banjir bandang' hoax mengenai bencana gempa yang tengah terjadi di sosial media. (novita-tim media)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru