Statistik Transportasi Naik Akibat Penumpang Angkutan Laut

Menurut data Badan pusat statistik (BPS) provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumlah penumpang yang datang dan berangkat melalui angkutan laut pada bulan Juni 2018 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) naik dibandingkan bulan Mei 2018, masing-masing sebesar 90,84 persen dan 29,30 persen. Kenaikan ini dipicu pada saat moment cuti bersama dan libur Idul Fitri.

Hal tersebut di ungkapkan oleh Kepala BPS provinsi NTB Ir. Endang Tri Wahyuningsih, MM. saat memaparkan berita resmi Statistik Transportasi Juli 2018, dihadapan perwakilan BPS se Provinsi NTB, Bulog, perwakilan BI NTB ,Dinas Kominfotik, Dinas Perdagangan, Dinas Peternakan, Dinas Pertanian, dan beberapa Dinas terkait lingkup Pemrov. NTB dan para awak media.

“Jumlah barang yang dibongkar melalui pelabuhan laut pada bulan Juni 2018 naik 9,12 persen dari bulan Mei 2018. Sedangkan barang yang dimuat turun sebesar 28,32 persen,”ungkap Kepala BPS ini.

Jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan domestik pada bulan Juni 2018 sebanyak 188.584 orang, naik sebesar 16,08 persen dari bulan Mei 2018. Sedangkan jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan internasional turun sebesar 4,34 persen menjadi sebanyak 15.087 orang.

Jumlah penumpang yang berangkat pada bulan Juni 2018 melalui penerbangan domestik sebanyak 164.635 orang, naik sebesar 12,76 persen dibandingkan bulan Mei 2018. “Demikian halnya dengan jumlah penumpang yang berangkat melalui penerbangan internasional naik sebesar 2,05 persen dari 12.070 orang menjadi 12.317 orang,” ungkap Endang

Jumlah barang yang dibongkar pada bulan Juni 2018 melalui penerbangan domestik sebesar 569.655 Kg, turun sebesar 22,87 persen dari bulan Mei 2018. Barang yang dimuat di terminal dosmetik pada bulan Juni 2018 turun  sebesar 1,21 persen dari bulan  sebelumnya. Sedangkan barang yang dimuat di terminal internasional pada bulan Juni 2018 turun 90,72 persen dibanding Mei 2018. 

“Barang yang dibongkar adalah barang yang masuk dari daerah lain yang ada di NTB, bukan barang yang di Impor,” ungkap Endang. (Edy)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru