Rumput Laut Dalam Secangkir Kopi

Rumput laut merupakan biota laut yang memiliki segudang manfaat. Tidak hanya memiliki kandungan gizi yang tinggi, juga sangat baik untuk kesehatan tubuh. Tak heran jika biota laut ini dimanfaatkan di berbagai bidang seperti kesehatan, kecantikan, industri bahkan diolah menjadi makanan dan minuman.

Salah satu tren terbaru olahan rumput laut adalah kopi rumput laut. Ini menjadi kabar gembira bagi pecinta kopi. Keuntungan dari kopi rumput laut ini sangat aman dikonsumsi bagi penderita asam lambung (maag), bahkan bisa dijadikan masker untuk mempercantik kulit wajah dan sangat baik untuk melancarkan pencernaan. 

Tangan terampil dari Baiq Siti Suryani inilah yang menjadi cikal bakal dari produk kopi rumput laut. Inovasi baru dari kopi dengan rasa rumput laut ini bermula dari pelatihan yang didapatkannya dari Dinas Kelautan dan Perikanan NTB dibawah bimbingan ibu Maya. Dari sinilah muncul ide untuk mengolah rumput laut menjadi kopi. 

Menurutnya, rasa dari kopi rumput laut ini berbeda dengan kopi biasanya. Jika di hidangkan dalam kondisi masih panas. Rasa kopi akan seperti kopi luwak atau white coffee. Akan tetapi jika di hidangkan dalam kondisi sudah dingin maka akan berubah menjadi kopi rasa jelly (agar-agar). 

"Jadi kalau di istilahkan ada rumput laut dalam secangkir kopi,"tuturnya saat kegiatan Inspiratif Expo Dinas Kominfotik NTB di Carfreeday Udayana Mataram, Ahad (29/07/18). 

Salah satu penikmat kopi Eri mengatakan, rasa kopi rumput laut ini memang berbeda dari kopi biasanya. Rasanya sangat khas karena ada rasa jelly."Enak dan unik. Tadi saya minum waktu sudah agak dingin. Jadi kerasa sekali jelly nya. Tapi ini memang perpaduan yang pas, kopi dan jelly,"tutur warga Cakranegara Mataram ini. 

Selain baik untuk kesehatan. Kopi rumput laut ini juga baik untuk kecantikan kulit dan wajah. Kandungan kopi, susu dan rumput laut menjadi perpaduan yang pas mengatasi berbagai masalah kulit wajah. 

"Bisa digunakan sebagai masker wajah. Atau bisa dioleskan di kulit juga. Khasiatnya melembutkan dan merawat kulit wajah sehingga menjadi bersih. Kebetulan saya juga pakai,"jelasnya. 

Tidak hanya membuat produk olahan minuman berbahan baku rumput laut. Suryani juga membuat olahan produk makanan lainnya seperti tortila rumput laut, kerupuk dan rengginang. Ada juga kue basah seperti lapis legit rumput laut dan brownies. Omzet yang didapatkan pun tidak tanggung-tanggung. Dalam sehari ia mampu menjual produk rumput laut olahannya hingga 500 bungkus. Sehingga jika di total keuntungan yang didapatkan untuk maksimal penjualan, berkisar 6 juta- 150 juta rupiah/bulan. Kini produksinya sudah menyebar dimana-mana. Hampir di seluruh outlet penjualan oleh-oleh khas NTB, dengan nama camilan ‘Sasak Maiq’. 

"Produk kami sudah dipasarkan di pusat oleh-oleh, minimart, dan retail modern. Bahkan khusus untuk kopi rumput laut ini, kita sudah pasarkan ke Belgia. Saya harap kedepannya keuntungan yang didapat bisa lebih dari itu," terang Suryani.

Rumput laut yang digunakan sebagai bahan dasar merupakan produk lokal yang didapatkan dari beberapa wilayah seperti Sekotong, Sumbawa, dan Lombok Timur. Harga untuk satu bungkus kopi rumput laut berkisar 15 ribu untuk kemasan biasa. Sementara untuk harga di toko oleh-oleh berkisar 20 - 25 ribu rupiah. (Luk)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru