Kacial, Burung Bersuara Nyaring Dari Lombok

Memelihara burung adalah salah satu tradisi pada sebagian warga masyarakat  Lombok, Nusa Tenggara Barat. Namun, rata-rata yang gemar mencintai hewan lucu yang bersayap nan berkicau ini adalah kelompok pria, baik yang masih muda, maupun kakek-kakek.

Hobi, hiburan di sela aktivitas harian menjadi alasan mereka gemar memelihara burung. Namun, sebagian penggemar burung di pulau ini beralasan karena ingin belajar memelihara dan berkomunikasi dengan berbagai jenis burung.

Aneka jenis burung menjadi peliharaan bagi penggemar burung di Lombok. Baik itu burung khas dari Lombok, maupun dari luar daerah, bahkan dari luar negeri.

Salah satu burung asli atau khas Lombok adalah burung kacial. Burung ini banyak ditemukan di atas pohon rindang, baik di hutan-hutan yang ada di daerah pedesaan, maupun di pepohonan yang ada di daerah perkotaan, seperti di pepohonan kenari yang berjejer di Jalan Langko Mataram.

Burung kacial atau pleci Lombok memiliki suara khas dan nyaring sehingga harganya pun cukup mahal. Hal ini pula yang membuat burung yang bersuara suara nyaring ini popular di kalangan pleciamania, bahkan digemari oleh sejumlah kicaumania di Indonesia. Namun pada masyarakat Lombok, jenis burung ini sudah lama menjadi burung lomba. Hampir di waktu sore atau setiap minggu, burung ini sering dipelombakan.

Burung pleci lombok merupakan salah satu jenis burung yang masih sulit untuk dikembangbiakkan. Olehnya itu, kalaupun jenis burung ini dapat ditemukan di berbagai pasar burung, itu adalah hasil tangkapan di berbagai hutan atau di atas pepohonan.

Selain itu, adapun ciri-ciri dari burung kacial Lombok, yaitu memiliki nada panggilan seperti anak ayam. Ukuran tubuhnya pun termasuk super big. Selain itu, lingkar kacamata pada burung kacial Lombok tampak menyambung, terutama pada celah yang menghadap paruh. []

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru