Melahirkan Sikap Beriwirausaha Dibalik BSKW “Mirah Adi”

Balai Sosial Karya Wanita (BSKW) “Mirah Adi” adalah Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) dari Dinas Sosial Provinsi NTB yang memiliki fungsi pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial.

Sekitar 40 orang penghuni BSKW “Mirah Adi” yang aktif melakukan rehabilitasi. Berbagai macam kegiatan yang dilakukan untuk mengisi waktu luang, salah satunya melakukan keterampilan menjahit, tata boga, dan tata rias.

Kepala BSKW “Mirah Adi” Drs. Amiruddin Idris, MH sangat mendukung berbagai kegiatan yang diberikan kepada seluruh pengungsi BSKW “Mirah Adi”. “anak –anak kita yang di bina diharapkan dapat berinteraksi dengan lingkungan, dan dapat memiliki kemampuan untuk membekali diri dalam kaitan dengan ekonomi” tutur Idris.

Kelas keterampilan menjahit di isi oleh 10 orang penghuni BSTW “Mirah Adi”. Fasilitas yang diberikan cukup memberikan pengetahuan kepada seluruh pengungsi untuk mendapatkan pengalaman agar dapat dikembangkan.

Guru bimbingan menjahit Sri Astuti sangat mengapresiasi semangat penghuni BSKW “Mirah Adi” yang tidak henti untuk terus belajar dan menjadi profesional. “saya selalu mendukung mereka dengan memberikan motivasi untuk terus maju dan semangat setiap kali jam pelajaran saya” tuturnya.

Selai itu kegiatan bimbingan keterampilan menjahit melahirkan sikap berwirausaha yang tinggi. “anak – anak angkatan sekarang jiwa wirausahanya tinggi, mereka berjualan jilbab yang dibuat sendiri” tutur guru bimbingan

Salah satu penghuni yang sangat antusias dengan adanya pelajaran menjahit dan ingin sekali menjadi desainer yakin dan percaya setelah berada di BSKW “Mirah Adi” akan dapat membuka usaha “saya yakin kami dapat membuat usaha setekah belajar disini karena pelajaran ini tidak pernah kami dapatkan diluar” tuturnya.(Tim media)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru