FGD Pemenuhan Hak Disabilitas Media Kabarkan Hal Baik

Untuk mengimplementasikan Undang-undang Nomor 8 tahun 2016 tentang pemenuhan hak-hak penyandang Disabilitas yang ada di Indonesia, Kantor Staf Presiden Republik Indonesia menggekar Forum Grup Diskusi (FGD), Rabu (26/4) di Aston Hotel Mataram.

Kepala staf Kepresidenan, Jenderal (Purn) Muldoko, membuka secara resmi acara yang dihadiri oleh para Disabilitas, aktivis Difabel, pengelola sekolah luar biasa di wilayah Bali, NTB dan NTT.

Pada kesempatan tersebut Kepala staf Kepresidenan, Jenderal (Purn) Muldoko mengapresiasi antusias peserta FGD. "Disabilitas harus diberikan ruang dalam pemenuhan hak-haknya untuk setara dengan masyarakat umum lainnya," jelas Muldoko.

Pemerintah benar-benar serius memperhatikan para penyandang disabilitas. Dengan adanya Undang-undang nomor 8 tahun 2016 ini memberikan ruang kepada semua warga negara untuk mendapatkan perlakuan yang sama." Penyandang Disabilitas mempunyai hak yang sama sebagai warga negara,"jelas Muldoko.

Kegiatan FGD di NTB merupakan kegiatan yang kedua setelah kegiatan yang sama digelar di Yogyakarta. Membagi berita-berita baik itu sangat penting bagi para penyandang disabilitas.

Kantor Staf Kepresidenan mengharapkan dari kegiatan ini menjadi FGD untuk mendapatkan rekomendasi dan aspirasi yang menjadi rujukan untuk pemerintah dalam menyusun program dan kebijakan kedepan.

FGD dibagi dalam 2 sesi diskusi. Sesi pertama dengan tema senergi pemangku kepentingan dalam pemenuhan dan perlindungan hak penyandang Disabilitas.

Sesi pertama menghadirkan nara sumber dari Deputi V kepala staf kepresiden Jaleswati Pramodhawardani. Staf ahli Gubernur NTB bidang Sosial Nurhandini Eka Dewi. Aktivis Difabel NTB Lalu Wisnu Pradipta sekaligus memandu diskusi sesi pertama.

Aktivis Tuli dari Jakarta yang merupakan anak artis Dewi Yuli hadir menceritakan hal-hal yang baik untuk membangkitkan semangat para disabilitas di Bali, NTB dan NTT.

Pada sesi kedua mengusung tema Pemuda pendorong inklusivitas menghadirkan narasumber dari aktivis muda yang bergerak di disabilitas memaparkan cerita dan kabar baik tentang disabiltas.

Narasumber muda ini menghadirkan Maritta Rastuti Komunitas Indorelawan. Ayu Kartika Dewi Komunitas Sabang Merauke/ Indika Foundation dan Fandi Andrian dari ayobaca.in.

Diskusi ini juga membuka sesi tanyajawab yang berisi curahan hati, kendala disabel dilapangan dan masukan untuk direkomendasikan bagi kebijakan pemerintah sehingga terpenuhi implementasi uu no 8 tahun 2016.  (EDY)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru