Cek Uang Rupiah Di Inspiratif Expo

Rupiah adalah salah satu simbol negara yang patut kita jaga kehormatannya di mata dunia.  Untuk itu ubah kebiasaan kita dalam menggunakannya. “Ayo rawat dan jaga rupiah kebanggaan kita,”

Pesan dan himbauan itu menjadi hal yang selalu di ingatkan Bank Indonesia (BI) kepada masyarakat. Pada Minggu (22/4) pagi di Udayana, BI cabang Nusa Tenggara Barat di gelaran Inspiratif Expo (IE) pekan ke 10 mengajak masyarakat untuk mencintai Rupiah. Hal tersebut merupakan bela Negara tanpa senjata.

Perwakilan dari BI Cabang NTB hadir di Inspiratif Expo dengan pengawalan ketat dua aparat kepolisian bersenjata lengkap. Mereka membawa setumpuk uang Rupiah lembaran kertas di atas meja stan yang di pertontotnkan kepada masyarakat

Alex Iskandar pewakilan dari BI Cabang NTB hadir mensosialisasikan tentang ciri keaslian uang Rupiah kepada masyarakat agar tidak tertipu dengan uang palsu. Mengenal uang kertas wajib bagi semua orang. Rupiah adalah mata uang kita.

Sebagai alat pembayaran yang sah di republik ini, maka sepatutnya kita mengenali ciri-ciri keaslian uang Rupiah. Dengan mengenali ciri-ciri keaslian uang Rupiah, maka diharapkan kita dapat terhindar dari kejahatan pemalsuan uang.

Bagaimana caranya, jelas Alex mengingatkan masyarakat yang memadati acara IE di Udayana untuk memperhatikan ciri keaslian uang rupiah. Caranya dengan dilihat, diraba dan diterawang atau dikenal dengan istilah 3D

“Uang Rupiah memiliki ciri-ciri berupa tanda-tanda tertentu yang bertujuan mengamankan uang Rupiah dari upaya pemalsuan. Secara umum, ciri-ciri keaslian uang Rupiah dapat dikenali dari unsur pengaman yang tertanam pada bahan uang dan teknik cetak yang digunakan,” jelas staf BI NTB ini.

Bagimana tanda dan mengenalinya, antara lain Tanda Air (Watermark) dan Electrotype Pada kertas uang terdapat tanda air berupa gambar yang akan terlihat apabila diterawangkan ke arah cahaya.  Benang Pengaman (Security Thread) Ditanam di tengah ketebalan kertas atau terlihat seperti dianyam sehingga tampak sebagai garis melintang dari atas ke bawah, dapat dibuat tidak memendar maupun memendar di bawah sinar ultraviolet dengan satu warna atau beberapa warna.

Kemudian jelas Alex Iskandar, Cetak Intaglio Cetakan yang terasa kasar apabila diraba. Gambar Saling Isi (Rectoverso) Pencetakan suatu ragam bentuk yang menghasilkan cetakan pada bagian muka dan belakang beradu tepat dan saling mengisi jika diterawangkan ke arah cahaya.

Selanjutnya Tinta Berubah Warna (Optical Variable Ink) Hasil cetak mengkilap (glittering) yang berubah-ubah warnanya bila dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Tulisan Mikro (Micro Text)  Tulisan berukuran sangat kecil yang hanya dapat dibaca dengan menggunakan kaca pembesar.

Dan Tinta Tidak Tampak (Invisible Ink). Hasil cetak tidak kasat mata yang akan memendar di bawah sinar ultraviolet. Gambar Tersembunyi (Latent Image) Teknik cetak dimana terdapat tulisan tersembunyi yang dapat dilihat dari sudut pandang tertentu.

“Disamping itu juga lanjut Cara perlakukan uang 2D. Apa itu, Didapat, Disimpan, Ayo rawat dan jaga rupiah kebanggaan kita,” ajak Staf BI ini

Ingat 5J juga,  Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Displar, Jangan Diremas. “Tugas kita semua untuk merawat dan menjaga Rupiah, dengan memelihara uang, kita sudah menjaga kehormatan Negara kita,” tegasnya.

BI Cabang NTB hadir dengan tumpukan uang kertas mulai pecahan Rp, 5000,- Rp. 10.000,- Rp. 20.000,- Rp. 50.000,- dan Rp. 100.000,- untuk ditukar bila ada mayarakat yang ingin menukar uang dan mengenali jenis uang.

Jadi kehadiran BI Cabang NTB di Inspiratif Expo memastikan uang yang di bawanya di tumpukan meja stan uang asli yang pergunakan untuk mensosialisasikan perbedaan uang asli dan palsu. Uang Rupiah memiliki ciri-ciri berupa tanda-tanda tertentu yang bertujuan mengamankan uang Rupiah dari upaya pemalsuan.(Edy)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru