NTB Urutan Ke-3 Percepatan Meraih IPM Indonesia

Meskipun pertumbuhan ekonomi NTB masih jauh dari provinsi lain. Namun, untuk Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi NTB bergeser menjadi urutan yang ke-3 dari 34 provinsi di seluruh Indonesia. Hal ini, disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia melalui live streeming dari kantor pusat. di ruang rapat BPS NTB, Senin (16/04). 

Kepala BPS RI Dr. Suharyanto menjelaskan bahwa rilis data terbaru tahun 2016-2017 untuk IPM tertinggi adalah Provinsi Papua (1,79 %), Provinsi Papua Barat (1,25 %) dan Provinsi NTB (1,17 %), untuk pembangunan kualitas manusia di tiga Provinsi sangat cepat, jika dibandingakan dengan provinsi lain.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Ir. Endang Tri Wahyuningsih, MM mengatakan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Prov NTB tahun 2016-2017 mengalami peningkatan yang cepat. Jika dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain.

"Saya sangat bangga, kalau NTB terus meningkat dalam pembangunan manusia di Indonesia,"ungkapnya.

Perkembangan manusia di NTB ditandai dengan pembangunan manusia tertinggi di Kota Mataram  sebesar 77,20 persen dan Kota Bima sebesar 73,67 persen. Sedangkan IPM paling rendah di NTB adalah  Kabupaten Lombok Utara  sebesar 62,24 persen. 

IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia. IPM juga menjadi salah satu indikator target pembangunan pemerintah Provinsi NTB.

Menurut Endang, IPM menjadi sangat penting karena merupakan salah satu indikator  yang digunakan untuk membagi Dana Alokasi Umum (DAU). “IPM juga menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan dan sebagainya,” terangnya.

IPM dibentuk oleh tiga dimensi dasar, yaitu umur panjang, dan hidup sehat (a long and healty life), pengetahuan (knowledge), dan standar hidup layak (decent standar of living). Selama periode 2015-2016, seluruh komponen pembentuk IPM tersebut mengalami peningkatan.

Kemudian Angka Harapan Hidup Saat Lahir (AHH) meningkat 0,1 tahun (1,2 bulan) dibanding tahun sebelumnya. Sementara anak-anak usia 7 tahun memiliki peluang untuk bersekolah selama 13,16 tahun, meningkat 0,12 tahun (1,44 bulan) dibanding tahun 2016.

Peningkatan juga terjadi dalam indikator rata-rata lama sekolah (RLS). Dimana penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 6,79 tahun (setara kelas VII SLTP), meningkat 0,08 tahun dibanding tahun 2016.
(man/Edy/ihsan)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru