Ketika Pemimpin Bersabda

Allah menciptakan manusia di Muka Bumi ini, hanya untuk beribadah kepadan_Nya dan sebagai Khalifah (Pemimpin). Dalam artian bahwa manusia di utus untuk mengatur dan mengelolah seluruh isi yang terkandung dalam Bumi ini. Setiap manusia yang dilahirkan di dunia ini secara otomatis akan menjadi pemimpin, baik memimpin diri sendiri, maupun orang lain.

Pemimpin merupakan hal yang terpenting dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam sebuah organisasi pemerintahan maupun swasta. Untuk memilih seorang pemimpin, akan dilihat dari kebijaksanaan dalam menjalankan tugas kepemimpinan dengan adil dan jujur, untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi pemerintahan maupun swasta, harus memiliki pemimpin yang akan melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja yang dilakukan oleh orang-orang yang dipimpin. Tanpa seorang pemimpin, maka tujuan yang ditetapkan secara bersama tidak akan tercapai.

Pemimpin adalah seorang yang dapat mempengaruhi orang lain dengan tauladan yang baik, ketika pemimpin bersabda dan memerintah, mau tidak mau harus diimani dan ditaati. Karena itu, salah satu hak seorang pemimpin, dalam menjalankan tugasnya demi tercapai apa yang menjadi tujuan bersama. Selama perintah atasan mengandung nilai kebaikan dan manfaat demi meningkatkan kinerja bawahannya, tidak ada lagi alasan dan bantahan yang menunjukkan bahwa kita tidak menyukai dan mentaati perintahnya.

Menjadi seorang pemimpin tidak mudah, seperti semudah kita membolak balikan telapak tangan. Untuk menjadi pemimpin, dibutuhkan perjuangan dan kerja keras, karena pemimpin telah melewati berbagai macam proses yang begitu keras, terombang ambing oleh badai yang begitu dahsyat sehingga putus asa yang hampir terucap di bibirnya yang penuh dengan debu-debu pengorbanan.

Pemimpin juga sebagai seorang yang mengayomi dan memberikan kenyamanan bagi seluruh bawahanya dengan kebijakan-kebijakan yang dilakukan, karena tidak semua pemimpin dicintai oleh bawahannya, dan tidak bisa dipungkiri bahwa inilah yang terjadi. Karena seorang pemimpin penuh dengan keterbatasan dan kekurangan.

Sejarah perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyampaikan kebenaran dari Tuhan demi mengeluarkan manusia dari kegelapan dan kebodohan. Tapi masih banyak yang tidak bisa menerima, karena mereka menganggap apa yang dibawa oleh Muhammad adalah tipuan belaka, padahal yang disampaikan oleh beliau adalah kebenaran yang hakiki. Dengan keteguhan hati dan kemuliaan akhlak yang tertanam dalam diri beliau. Walaupun kita bukan seorang Nabi dan utusan Tuhan, tapi yang terpenting adalah bagaimana kita mengimplementasikan akhlak dan kesabaran beliau dalam menjalankan amanat dari Allah SWT.

Jika dalam sebuah organisasi bahwa pemimpin dan yang dipimpin adalah sebuah keluarga yang penuh dengan keharmonisan. Maka secara otomatis tujuannya adalah, untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan saling menguatkan dalam meningkatkan kerja bersama. Jika pemimpin sebagai orang tua, dan bawahan sebagai seorang anak, maka seoarang anak akan selalu melakukan kesalahan yang berulang-ulang demi menggapai kebenaran yang membanggakan. Dan orang tua akan selalu memarahi anak-anaknya karena kesalahan yang dilakukan, demi kebaikan yang akan dilakukan oleh anak-anaknya.

Jikalau matahari kita ibaratkan sebagai kesuksesan dan hujan kita ibaratkan sebagai kegagalan, maka kita akan memerlukan kedua-keduanya hanya untuk melihat pelangi.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru