Bertahan Saat Biaya Hidup Mahal

Kemarin selasa sore berkunjung kerumah teman lama, karena cukup lama tidak pernah kesana bersilaturrahim. Saat itu cuaca dalam keadaan mendung sehingga tak lama kemudian hujan mulai turun sampai menjelang magrib, 26/17.

Pada saat bersamaan pamanya putra yang merupakan teman dari dulu sejak mahasiswa sudah terbiasa kerumahnya merasa rumah sendiri. Ketika itu pamanya bernama H.Abdul Majid yang rumahnya di pagutan karang genteng mataram yang sering biasa dipanggil Mamik Majid dan ia mulai bercerita tentang usaha kesehariannya.

Kebetulan waktu itu dia baru pulang dari gili terawangan Lombok utara. Tanyaku kepadanya apa yang dikerjakan disana? Ia menjawab dengan santai sambil kita minum kopi dan menikmati rokok surya. Ternyata ia sejak tahun 1999 mulai berusaha jualan selana jins yang biasa harganya rata-rata 100rb sampai 150rb lebih.

Alhamdulillah kata syukur yang sempat terucap oleh pria paruh baya itu. Sampai saat ini ia berumur 47 tahun dengan memiliki anak 4 yang salah satunya sudah selesai di perguruan tinggi yang ada di mataram.  Sampai bisa membuat rumah dengan usaha yang lainnya.

Itulah cerita sederhana yang mampu tetap istiqomah dalam berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari. “Hal itu tentu menjadi tanggujawab sebagai kepala rumah tangga ditengah mahalnya biaya hidup zaman sekarang ini” Ujarnya. (san)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru