Kinarja Ekonomi Meningkat, Pengangguran Menurun

Tanggal 17 Desember merupakan hari bersejarah bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat. Kenapa tidak.?, pada tanggal 17 Desember 59 tahun yang lalu, daerah yang dijuluki pulau seribu mesjid ini resmi dideklarasikan. Mulai saat itu, daerah Nusa Tenggara Barat ditata rapi mulai dari sektor infastruktur hingga sektor ekonomi. Para pemimpin dari masa ke masa berjuang bersama rakyat untuk bisa meloloskan diri dari segala hal, tak terkecuali sektor ekonomi. Tak heran, jika di tahun 2015, Nusa Tenggara Barat mendapat peringkat terbaik dari segi pertumbuhan ekonomi. Di bawah kepemimpinan alumnus pesantren itu, Nusa Tenggara Barat mengalahkan pertumbuhan ekonomi nasional. “Di tahun 2015, NTB pernah mencatat sebagai daerah dengan laju pertumbuhan ekonomi terbaik mencapai 9,9% melampaui pertumbuhan nasional,” ungkap TGB di hadapan peserta upacara di eks Bandara Selaparan, (17/12).

Di bawah kepemimpinan TGB, ekonomi masyarakat NTB selalu meningkat bahkan NTB konsisten mempertahankan pertumbuhan ekonomi secara berturut-turut selama tiga tahun. “Mulai dari tahun 2014 hingga 2016, tiga tahun berturut-turut pertumbuhan ekonomi kita mampu konsisten berada di atas rata-rata nasional,” jelasnya.

TGB menyakini bahwa dengan mempertahankan pertumbuhan ekomoni tersebut, dapat membawa berkah bagi warganya. Karena dengan memperbaiki sektor ekonomi, dapat meminimalisir angka pengangguran. “Kinerja ekonomi yang baik ini berimplikasi terhadap meningkatnya kemampuan pelaku ekonomi untuk menyerap tenaga kerja sehinga berkonstribusi penting dalam penurunan tingkat pengganguran dan kemiskinan,” ungkapnya.


Semua tokoh-tokoh penting turut menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) NTB yang ke 59. Antara lain, menkominfo RI (Rudiantara), Mantan Gubernur NTB 1998 – 2003 (H. Harun Alrasyid), Mantan Gubernur 2003 – 2008 (H. L. Srinate), Mantan Wakil Gubernur NTB 2003-2008 (Bonyo Thamrin Rayes), Mantan Wakil Gubernur 2008-2013 (Badrul Munir), Wakil Gubernur NTB (M. Amin), Sekda NTB (Rosiady H. Sayuti) dan para OPD hadir dalam upacara perayaan tersebut.

Setelah selesai mengikuti upacara, para peserta upacara melakukan antraksi yg dilakukan oleh berbagai etnis yang mendiami NTB, yang lebih menariknya lagi beberapa personil dari angkatan udara terjun di atas udara dengan membawa bendera merah putih, kemudian bendera tersebut diserahkan ke Gubernur NTB.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru