Ini Cara Kami Melestarikan Budaya

Ada yang menarik perhatian publik di Festival Desa Benderang Informasi Publik (DbiP). Beberapa pemuda riang menyambut kedatangan peserta DBiP menggunakan berbagai pakaian adat dari seluruh penjuru daerah di Indonesia.

Para pemuda ini terlihat antusias menanggapi permintaan berfoto dari para peserta DBiP yang berasal dari 5000 desa undangan Festival DBiP di Hotel Lombok Raya, Selasa (28/11).

Para pemuda ini menebar senyum dengan ramah menyambut keriuhan peserta DBiP. Generasi muda ini tergabung dari beberapa mahasiswa dari Universitas Mataram dan juga Akademi Manajemen Mataram, Niko Dian purnama menginisiasi terbentuknya kelompok ini. Diakui Niko sapaan akrabnya, mereka tergabung dari hubungan kedekatan dan  kekerabatan.

"Mereka adalah teman-teman saya" ungkapnya.

Dara dara cantik dan pemuda-pemuda tampan ini menggeluti ini sejak lama. Mereka hadir sebagai penyambut tamu dengan menggunakan pakaian adat dari beberapa daerah di Indonesia.

"Ini freelance, kami diundang oleh eo di beberapa event." imbuhnya.

Sebagai penyambut tamu mereka digandeng event organizer dalam event berskala nasional dan event regional lainnya.

Para pemuda ini memiliki semangat untuk melestarikan budaya melalui cara ini mereka memperkenalkan pakaian adat seluruh daerah di Indonesia kepada khalayak ramai.

"Banyak cara untuk melestarikan budaya Indonesia, ini salah satu cara kami." pungkasnya.

Para pemuda ini mengaku selain  memperkenalkan budaya kegitan yang digalang ini juga menguntungkan secara ekonomi. Para pemuda ini merupakan segelintir dari sekian banyak pemuda Indonesia yang bersemangat dalam menjunjung tinggi budaya Indonesia. (Nadya/Aan)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru