Nikah Dan Payung Bumi

Ada yang menarik diungkap Madani Mukaram di Inspiratif Expo Edisi 14, Minggu 26/11. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB ini membuat sebagian masyarakat yang lalu lalalng di Car Free Day itu menoleh mendengar ajakannya menjaga kelestarian lingkungan.

Kelestarian lingkungan di NTB diakuinya membutuhkan cara berbeda dalam menjaganya. Setiap orang membutuhkan 25 pohon dalam hidupnya. Jika seseorang yang hendak menikah diwajibkan menanam 25 pohon, maka seseorang itu telah turut menciptakan payungi bumi selama hidupnya.

“Kami akan bekerjasama dengan Kementerian Agama untuk mewujudkan ini. Kalau menikah harus menanam pohon.” Katanya bersemangat.

Madani menggambarkan bahwa seseorang dalam fase belajar dari Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi menanam 5 pohon pada setiap fasenya dan saat hendak menikah menanam 5 pohon lagi maka program menanam pohon seumur hidup akan terwujud.

Lantas bagaimana kalau terjadi perceraian? Madani menjelaskan pohon yang ditanam akan semakin banyak. “Kalau cerai diminta menanam 1000 pohon,”  Jelasnya.

Seruan menanam pohon bagi pasanganan yang ingin menikah juga sudah diserukan sejumlah daerah di Indonesia, seperti di Banjarmasin, Garut Jawa Barat, Lampung dan daerah lainya.

Bukan saja itu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Agama dibeberapa daerah menyerukan untuk mewajibkan pasangan yang ingin menikah untuk menanam pohon.

Mari menanam pohon bagi calon pengantin baru dengan tetap merawat dan menjaga pohon thingga tumbuh besar. Karena Oksigen yang kita hirup dihasilkan dari pohon. []

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru