Menghitung Harga Jual Hasil Produk Pertanian


Perekonomian provinsi NTB didukung dengan tujuh belas lapangan usaha atau sektor yang dapat menghasilkan barang dan jasa sebagaiman termuat dalam data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) untuk PDRB NTB di tahun 2011 s/d 2015 rata-rata mencapai 73.130.304,52 juta rupiah. Dari tujuh belas sektor yang ada, kategori ynag memiliki nilai paling tinggi adalah sektor pertanian rata-rata mencapai 17.046.225,29 juta rupiah dan paling rendah sektor pengadaan listrik dan gas mencapai 50.844.03 juta rupiah.

Melihat sektor pertanian paling tinggi, Dinas koperasi UKM NTB menggelar Bimtek Perhitungan Harga Jual Produk Hasil Pertanian Bagi Koperasi dan Anggota Koperasi di Hotel Puri Indah Mataram dari tanggal 26 s/d 28 Nopember 2017. Diikuti oleh 40 orang terdiri dari 10 orang dari Kabupatren Lombok Timur, 20 orang dari Kabupaten Lombok Tengah dan 10 orang dari kabupaten Lombok Barat.

Kadiskop UKM NTB, H.lalu Saswadi mengatakan terdapat kekhawatiran bahwa sektor agribisnis akan mengalami penurunan seiring dengan semakin kompleksnya permasalahan ini mencakup tidak hanya aspek teknis dan ekonomis namun juga sapek social dan politik bangsa. Banyak pengamat mengatakan sektor pertanian hampir tidak memberikan pengaruh yang besar bagi pembangunan perekonmian bangsa tentunya pernyataan itu perlu dibuktikan secara ilmiah.

Kata, H.Lalu Sasawadi melalui Bimtek ini diharapkan kepada peserta mamapu memberikan semangat dan motivasi dalam pemberdayaan koperasi, khususnya meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dalam perhitungan harga jual produk hasil pertanian.

Ketua Panitia, Yudi Mindarto mengatakan yang menjadi latarbelakang diadakan bimtek ini adalah pada umumnya, dalam agribisnis atau usaha pertanian pada kegiatan pemasaran berperan sebagai pembuka jalan bagi produk untuk sampai ke pasar, padahal produk dari agribisnis mempunyai sifat yang mudah rusak atau tidak tahan lama. Untuk itu, dalam bimtek ini akan membahas dan memberikan pengetahuan sekaligus skill SDM pengelola koperasi dan anggota koperasi dalam melakukan perhitungan harga jual produk hasil pertanian sehingga diharapkan pengurus dan anggota koperasi peserta pelatihan mampu untuk merancang dan menganalisis, kemudian memilki kemampuan melakukan perhitungan harga jual produk pertanian yang tepat.

Adapun narsumber dalam bimtek ini antara lain Dinas koperasi UKM NTB, Akademisi Fakultas Pertanian Unram, Dinas Peratanian dan Perkebunan NTB, Bulog Devisi Regional NTB, dan Badan Pusat Statistik NTB.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru