Kampanye KPID NTB Untuk Cerdas Bermedia

Kegelisahan publik tentang maraknya acara televisi dan radio yang kurang mendidik menjadi perhatian utama dalam kampanye Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB. Di Inspiratif Expo Edisi ke 14 (26/11), para Komisioner KPID NTB tampil untuk mengajak masyarakat agar memilih dan memilah acara di media elektronik.

KPID NTB juga melibatkan sejumlah mahasiswa untuk kampanye ini. Sebanyak 75 orang mahasiswa dari Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram ini mengajak masyarakat menedeklarasikan Anti Hoaks dan Cerdas Bermedia dengan menandatangani spanduk.

Cerdas bermedia ini mengusung thema Sehari Tanpa TV. Menurut Ketua KPID NTB, Syukri Aruman, rata-rata orang Indonesia menonton TV sebanyak lima jam sehari. Sementara yang dianjurkan hanya dua jam sehari.

Kampanye ini dihajatkan agar masyarakat lebih bijak dalam menonton televisi. “Gerakan sehari tanpa TV ini untuk menggugah dan mengajak kita semua untuk dapat lebih bijak saat menonton TV,” jelas Syukri
 
Muzayen Koordinator Masiswa Komunikasi Penyiaran Islam, sering mengajak masiswa di kampusnya untuk tak menyebarkan hoax melalui UIN TV dan Sinfoni FM 107.8 MHZ.

“Hari ini kami ajak masyarakat Kota Mataram dan NTB pada umumnya untuk katakan tidak pada berita yang tidak bermutu dan tidak benar,” ajak Muzayen.

Mahasiswa itu juga mengalungkan poster berisi seruan untuk menolak Hoax dengan kalimat yang menarik diantaranya, “Hoaks Bikin Otak Jadi Soak”,  “Tidak Semua Yang Kamu Baca DI Internet Itu Benar”, Mengawasi Media atau Kita diKuasai Media”.

Mereka juga membagikan selebaran edukasi dan PIN menggugah masyarakat untuk matikan TV saat jam belajar, Tolak tayangan TV yang tidak bermutu, dan mendampingi anak-anak saat menonton TV. (fz)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru