Dari Bima Menyapa Mataram

Sekelompok remaja itu tiba-tiba masuk menyeruak kerumunan penonton. Tanganya gemulai berputar kekiri dan kekanan dengan langkah kaki yang menyesuaikan musik daerah Bima. Wanita dan pria usia belia dengan pakaian khas suku Mbojo memukau penonton yang berkerumun di Inpiratif Expo, Minggu pagi 19/11. 

Mereka membentuk koreografi tari menggambarkan kegembiraan merangkai benang untuk dijadikan penutup badan yang kemudian diberi nama Tari Tenun dan ada juga tarian adat Bima yang diberi nama Tari Wura Bongi Monca
“Beginilah cara orang Bima menyapa saudaranya di Mataram,” Kata Syarif Luthfim dan H. Ilham yang keduanya adalah Suku Mbojo dan bekerja di Dinas Kominfotik Prov NTB.


Remaja itu tergabung dalam sanggar “Mantika” di bawah naungan peguyuban Forum Mahasiswa Sila (Formasi) Kecamatan Bolo Kabupaten Bima binaan Nurlaela dan kali ini menyapa warga Mataram di Inspiratif Expo. 

Remaja Mataram pun menyambut sapaan saudaranya. Tarian pembuka dari SMAN7 Mataram mengawali sapa budaya Bima – Mataram. Dilanjut lagi dengan Modern Dance dan Perkusi dari SMAN 1 Mataram. Yang tak kalah menariknya adalah Marawis dari Remaja MAN 2 Mataram. Seni yang satu ini juga mampu memukau penonton yang terus memadat, karena dibarengi dengan gerakan tubuh dengan gendang ditangan sambil mengiringi syair nasihat yang dilantunkan  
 
“Selalu saja ada yang beda di Inspiratif Expo ini.” Kata H. Sabri, seorang pedagang Gomong. 

Menyiarkan budaya Bima khususnya tari ke publik memiliki kepuasan tersendiri bagi Nurlaelah. Tak mengenal lelah untuk membina sanggar yang ia dirikan itu. “Semakin banyak yang mengenal budaya ini, kami semakin bangga,” ucapnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru