Hj. Khaeratun Kunjungi Beberapa Warga di Lobar

Beberapa hari yang lalu, beredar sebuah kampanye melalui situs https://kitabisa.com/bantukulitricky yang di buat oleh seorang warga Desa Bagik Polak Barat yakni Abdul Saroji. Kampaye tersebut ditujukan untuk meringankan pengobatan Ricky yang lebih dari setahun ini mengalami kelainan pada kulit akibat terkena kuah bakso yang mendidih.

Penggalangan dana tersebut sampai ke telinga Ibu Bupati Lombok Barat, Hj. Khaeratun Fauzan Khalid, S.Hi yang kemudian langsung mendatangi kediaman orang tua Ricky yakni Hasbi dan Yuliani pada Rabu (01/11) di Dusun Jerneng, Desa Bagik Polak Barat, setelah mengunjungi bayi penderita bibir sumbing yang baru berumur satu minggu di Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi.

Dalam kunjungan tersebut, Hj. Khaeratun selain memberikan sumbangan juga menyampaikan kesedihannya dan prihatinnya kepada keluarga Ricky dan berpesan agar Ricky bersabar dan rajin bersekolah. Kepada orang tua Ricky, Ia berpesan agar senantiasa memperhatian dan rutin membawa Ricky berobat ke Rumah Sakit atau Puskesmas.

Masih di temui di Desa yang sama yakni Bagik Polak Barat, Hj. Khaeratun melanjutkan kunjungannya ke Tuaq Salimin dan istrinya Maya Kusuma yang beberapa waktu lalu telah menjalani operasi karena komplikasi kencing manis yang dideritanya.

Siti Mustainah salah seorang staff desa menjelaskan bahwa Tuaq Salimin adalah tulang punggung keluarganya dan saat ini sudah tidak bisa melakukan pekerjaan apapun karena penyakit yang dideritanya, dan juga berkunjung kekediaman Papuk Sahrim yang saat ini hanya terbaring lemah di tempat tidur karena kondisi yang telah tua dan penyakit yang dideritanya.

“Waktu itu mereka (Tuaq Salimin dan istri) akhirnya melelang rumahnya seharga 35 juta untuk membiayai operasi yakni sekitar 25 juta, beli darah dan juga obat. Sekarang mereka hidup menumpang dengan syarat mereka harus menanggung makan semua penghuni rumah, karena suaminya sudah tidak mampu bekerja, istrinya saat ini berdagang.

“Kalau Papuk Sahrim ya bisa dibillang penyakit tua, istrinya juga sudah sangat tua, anaknya meninggal beberapa waktu yang lalu dan meninggalkan seorang istri dengan tiga anak yang masih kecil. Papuk Sahrim bisa di bilang hidup berdua dan tidak ada yang nawarin ini dan itu,” Terangnya.

Diposting pertama kali oleh: http://diskominfo.lombokbaratkab.go.id/hj-khaeratun-kunjungi-ricki-korban-kuah-bakso-mendidih-di-dusun-jerneng/

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru