Dilema Kali Jangkuk

Kali Jangkuk yang merupakan kali pemisah antara dua kampung, yaitu Desa Sukaraja dan Desa Kebun Lelang ini memang memiliki banyak manfaat bagi masyarakat setempat. Kali yang memiliki berbagai jenis ikan yang hidup dan berkembang biak di dalamnya ini menjadikan kali Jangkuk sebagai tempat favorit bagi kalangan bapak-bapak untuk menyalurkan hobi memancing mereka. Bahkan masyarakat setempat juga memanfaatkan pasir kali untuk di keruk kemudian dijual kembali untuk menghasilkan rupiah. Tidak hanya kaya akan kehidupan makhluk bawah air dan pasirnya, kali Jangkuk  juga kaya akan kehidupan makhluk di dasar air seperti, tanaman kangkung akan tetapi masyarakat setempat kurang memperhatikan sampah.

Sayuran kangkung yang tumbuh subur bersama sampah ini menjadi pemandangan yang kurang sedap dipandang mata. Pasalnya kangkung ini adalah salah satu bahan olahan favorit masyarakat Lombok yakni pelecing kangkung. Namun sayangnya olahan favorit masyarakat ini bersahabat dengan sampah dan campuran zat sampah itu yang menjadi makanan favorit.

Di tepi kali bagian Sukaraja juga dibangun dua taman yang menjadi wahana bermain dan olah raga masyarakat setempat. Tidak hanya menjadi tempat bermain bagi anak-anak, taman ini juga sering dijadikan tempat perlombaan burung dan menjadi tempat resepsi pernikahan, bahkan setiap bulan puasa taman akan dijadikan tempat bazar bagi warga sekitar.

Kali Jangkuk juga menjadi tempat bermain dan berenang bagi anak-anak setempat, mereka bahkan tidak terlalu peduli akan sampah yang mengambang di kali. Mereka hanya tahu apa yang mereka lakukan adalah hal yang menyenangkan. Seharusnya kita termasuk saya lebih menjaga kebersihan, untuk diri kita dan anak cucu kita dimasa depan serta untuk kesehatan kali Jangkuk sendiri. 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru