Berguru Pada Alam

Alam semesta guruku, hati nurani agamaku. Hidup ini sebuah misteri. Bagaimana dia ada, apa yang mengaturnya, kapan akan berakhir dan setelah itu apa. Siapa diriku, dirimu, mereka, dia, kita semua, juga misteri. Namun terlihat sama di mata tuhan yang maha esa. Bersemayam di dalam semua makhluk hidup, semoga semua penguni jagat raya ini berbahagia.  

Alam semesta adalah tempat maha luas dan sumber tak terbatas bagi seluruh ilmu pengetahuan manusia. Karena begitu luasnya manusia harus membagi-bagi pengetahuan itu ke dalam disiplin-disiplin ilmu yang lebih kecil agar mudah dipelajari dan dicerna oleh setiap individu. Setiap disiplin ilmu kemudian diperkecil lagi untuk mendapatkan fokus terbaik tentang sebuah objek dalam alam semesta ini.

Alam adalah guru terbaik. Begitulah barangkali kesan sebagian kita tentang kekuatan alam. Ini pula yang aku rasakan sejak berada di pulau yang memiliki sejuta keindahan Alam ini. Pokoknya top top top sudah.

Pulau Lombok yang biasa orang menyebutnya surga sebelum surga sebenarnya ini lebih banyak digemari wisatawan asing. Sudah jelas terlihat ketika melihat para wisatawan asing berkeliaran di Pulau Lombok ini. Utamanya di incar pastinya Wisata Alam Pantai, Karena kita tau para turis-turis lebih suka berjemur dari pada berenang. Tapi jangan senang dulu, bukaan wisata alam pantai juga yang menjadi keindahan Pulau Lombok, akan tetapi Pegunungan juga tidak kalah menarik untuk diminati. Sedikit cerita saya tentang bagaimana belajar disebuah Alam yang hanya bersahabat dengan bintang dan bulan ketika berada di pegunungan.

Pastinya bukan saya saja yang pernah bersahabat dengan malam ketika berada di pegunungan dan perbukitan. Akan tetapi momen ini takkan ada yang bisa menggatikannya. Berada di tengah hutan yang dengan dikelilingi lereng  perbukitan dan pegunungan, cuaca di tempat ini begitu sulit ditebak. Tetapi ketika angin tengah berembus kencang, maka udaranya akan cukup kuat menembus dan menusuk pori-pori tubuh, sehingga terasa dingin luar biasa.

Di sini, aku sungguh dihadapkan pada alam. Namun bagaimanapun, alam harus dijadikan sahabat. Kita perlu belajar satu hal dari alam: fokus. Jika engkau fokus, alam akan bersamamu. Tetapi jika engkau tidak fokus, alam juga tidak akan bersamamu, bahkan akan meninggalkanmu. Begitulah kata orang-orang yang cinta alamnya.

Ketika hendak menyatu dengan alam, konsentrasi dan ketenangan menjadi keniscayaan untuk dimiliki. Ia harus kita miliki dalam melakukan aktivitas apa pun karena ia akan menciptakan fokus dalam gerak langkah kita sekaligus rencana kita.

Dan ini saatnya mendengar. Mendengarkan suara alam, menurunkan tirai yang membatasi manusia karena satu dan lain hal. Mendengarkan orang lain berbicara, dan mendengarkan diri sendiri di alam bebas, sulit untuk manusia bertopeng. Alam seakan tak suka manusia bertahan dalam balutan kepura-puraan. Ia ingin manusia mengikuti ritme dirinya, dan kembali ke alam.

Sejatinya adalah kembali menjadi  diri sindiri, bersentuh dengan alam, kita berkesempatan untuk melepas beban, melihat daun-daun yang bergerak ringan dan lepas melihat gulir waktu dan perubahan cuaca, semua hadir apa adanya. Hal ini menghadirkan contoh nyata bagi diri manusia untuk berguru pada alam.

Oleh karenanya berbanggalah terhadap apa yang didapatkan dari Alam Semesta ini termasuknya adalah Alam Pegunungan dan Perbukitan. Supaya tidak terlepas dari suasana alam dengan kesejukan yang luar biasa ini. 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru