SOMASI NTB Bentuk Relawan Desa


JW – Anyar -- Dengan masuknya Relawan desa  bentukan  dari   Solidaritas Masyarakat Untuk Transparansi (SOMASI NTB) dan Jurnalis Warga Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) yang saat ini sedang menjalankan Program Social Accountability And Public Participation (SAPP) di dua desa dikecamatan Bayan, yakni desa Anyar dan desa Sambik Elen, Kabupaten Lombok Utara. Keberadaan mereka akan mengawal betul usulan–usulan prioritas dari kelompok–kelompok rentan seperti Disabilitas, Perempuan miskin dan anak buruh migran yang selama ini pelibatannya masih terbilang minim oleh pemerintah Desa.  Kehadiran kelompok–kelompok rentan ini nyaris tidak pernah kita temui dalam setiap rapat atau musyawarah di tingkat desa, terlebih Anak Buruh Migran Dan Disabilitas, padahal pada dasarnya, mereka juga mempunyai hak yang sama untuk ikut serta dalam setiap proses di desa, baik perencanaan maupun penganggaran sebagaimana masyarakat pada umumnya karena keterlibatan mereka menjadi peran penting dalam penyelenggaraan pembangunan di tingkat desa. 

Salah satu jurnalis warga yang terlibat sebagai Tim penyusun RKPDes ialah Mayas Mahardika (32), pemuda Dusun Karang tunggul, desa Anyar Kecamatan Bayan. Ia adalah satu dari 15  jurnalis warga yang di bentuk oleh PPMN di tingkat desa dengan  proses rekrutmen ditingkat desa dan di berikan pelatihan untuk meningkatkan pengentahuan mereka mengenai ilmu jurnalistik dan setelah mereka mampu untuk menulis, diharapkan mampu  menjadi jembatan bagi Masyarakat dengan pemeberi layanan dan Pemerintah dengan cara menuliskan persoalan yang mereka temukan di tingkat dusun, desa hingga kecamatan. Begitu juga halnya dengan Ibu sri yuniarti, (27) Salah Satu relawan desa Anyar bentukan SOMASI NTB, peremuan asal Dusun Greneng Desa Anyar ini telah bergambung menjadi Relawan desa sejak maret 2017 Kemarin. Selama beberapa bulan ini, ia intens mengikuti Workshop dan pelatihan perencanaan dan pengangaran yang dilakukan SOMASI NTB.
 
Keberadaan Relawan Desa dan Jurnalis warga dalam tim Penyusun diharapkan mampu untuk mewakili suara dari kelompok–kelompok rentan dalam mengadokomodir usulan kelompok rentan itu sendiri serta mengintervensi Pemerintah Desa dalam Perencanaan dan penganggaran guna terjadinya perencanaan dan penganggaran yang inklusif  sesuai dengan  tujuan Program Social Accountability and Public Participation (SAPP) yang sedang dijalankan oleh SOMASI dan PPMN yang menjadi mitrastrategis KOMPAK di mana program ini menargetkan emapat capaian diantaranya, Masyarakat yang lebih terorganisir, terutama kelompok perempuan, kelompok diffabel dan kelompok marjinal, dengan meningkatkan kapasitas mereka dalam berinteraksi dengan pemerintah, selanjutnya, Meningkatnya lingkungan prasyarat yang memudahkan akuntabilitas sosial  serta partisipasi publik dalam perencanaan dan penganggaran yang inklusif dan partisipatif.

(Agus)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru