Ruang Lain Konferensi Internasional Alumni Al-Azhar di Lombok

Pemerintah provinsi NTB harus mulai mengapresiasi karya-karya penggiat literasi. Hal tersebut dikatakan Gus Aguk Kurniawan, penulis novel bestseller Haji Backpacker yang karyanya ini kemudian difilmkan. Pada pertemuan santai sambil syruput kopi dan teh dengan kami para penggiat literasi NTB, di sela-sela agenda, ia menghadiri acara Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar Cabang Indonesia (OIAA) yang di mana gubernur kita, Dr. TGB. M. Zainul Majdi sebagai ketua umumnya. "Proud of you sir Gouvernor!" ungkapnya singkat

Konferensi Internasional dan Multaqa Nasional alumni Al-Azhar Mesir di Indonesia yang diselenggarakan di Lombok selama tiga hari, mulai tanggal 17 sampai 19 Oktober 2017. Konferensi ini juga dihadiri langsung oleh presiden RI Joko Widodo. Kerreeeen!!.

Diruang lain, hari ini 19 oktober 2017, kami para penggiat literasi NTB memiliki kesempatan untuk bertemu dan ngobrol bareng penulis kece mas Agus (ia meminta kami tidak memanggilnya gus), salah satu peserta dalam konferensi tersebut. Kesan pertama yang muncul ketika pertama kali bertemu beliau adalah orangnya sungguh humble, tak menyiratkan ada sekat yang jauh diantara kami yang masih butuh banyak belajar dalam soal sastra dan menulis, dibandingkan dengan beliau yang sudah pro dan populer.

Mas Aguk Kurniawan, berharap untuk kedepannya ada semacam penghargaan yang diberikan oleh pemerintah provinsi Nusa Tenggara Barat terhadap karya-katya para penggiat literasi yang berupa Buku, Antologi Puisi, Novel, dan karya lainnya. Tidak hanya bicara soal pariwisata melulu, tapi juga perlu mulai memperhatikan geliat-geliat komunitas literasi di NTB dan SDM nya.

Salah seorang teman kami memanggilnya bang Dedi nyeletuk “tolong dibisikkan ke pak Gubernur nanti mas di saat pertemuan sesama alumni Al-Azhar”. Mas Aguk pun tertawa, semakin memecah jarak dan kekakuan diantara kami semua.

Saya yakin tidak ada pertemuan yang kebetulan, sesungguhnya semua adalah skenario-NYA yang tak mungkin tidak memiliki makna. Seperti yang Suchun (salah seorang tokoh dalam novel Haji Backpacker) katakan.

Thanks mas Aguk untuk pencerahannya hari ini. Santai tapi berarti. Singkat tapi padat. Semoga pertemuan ini diberkahi dan akan ada perjumpaan-perjumpaan selanjutnya. Amiin.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru