Cerita Sukses Kampung Media dan KIM

Zaman orang-orang tua kita dulu, mereka mengenal istilah NGAMARI, yaitu sebuah kegiatan keliling Kampung untuk menemui warga, guna memberikan mereka pencerahan tentang agama. Kini oleh dinas Kominfotik Provinsi Nusa Tenggara Barat, istilah ngamari itu diganti dengan nama Sambung Rasa, yaitu sebuah kegiatan keliling dari satu tempat ketempat lain yang dilakukan oleh personil Kominfotik Provinsi NTB untuk memberikan pencerahan guna peningkatan kapasitas, khusus kepada warga yang sudah tergabung dalam Kelompok Informasi Masyarakat atau disingkat KIM, sekaligus untuk mempertemukan antara warga KIM di masing-masing Kabupaten/Kota guna mempererat silaturrahmi.

Kegiatan sambung rasa antara anggota KIM kali ini dilaksanakan di Desa Wisata Masmas tepatnya disekretariat KIM Kaula yang juga menjadi sekretariat Kampung Media Kaula. Hadir dalam kegiatan itu adalah dari Dinas Kominfotik NTB degnan 8 orang personil. Rombongan Diskominfotik NTB dipimpin oleh Kabid IKP sendiri, yakni Fairuzz Abadi, SH atau yang akrab dipanggilan Abu Macel. Juga dari berbagai KIM yang ada di wilayah Lombok Tengah termasuk juga mereka-mereka yang belum tergabung.

Dalam kesempatan itu, Fairuzz Abadi menekankan bagaimana supaya warga kampung aktif menyuarakan segala aktifitas mereka ke khalayak, supaya orang kota terutama para pejabat, tau kegiatan masyarakat di pedesaan untuk kemudian di duplikasi di tempat lain jika memang kegiatan tersebut berdampak positif terhadap masyarakat sekitar atau mungkin para SKPD bisa menjadikan kegiatan warga tersebut untuk menjadi referensinya dalam menyusun program kedepan dan cara yang paling efektif untuk menyuarakan kegiatan tersebut adalah dengan menulisnya dan mempublishnya di kampung media NTB.

Menyikapi keluhan para peserta yang berkumpul siang itu yang mengeluhkan soal kesulitan mereka dalam memulai menulis, “Mulailah dari kebingungan anda itu, misalnya saya sebetulnya kepingin sekali menceritakan banyak hal di kampung media, tapi saya tidak tau harus mulai dari mana, anda tulis semua itu, dan akhirnya akan menjadi sebuah tulisan yang pajang," ungkap Fairuz dalam pertemuan itu.


Di sisi lain, sebagai tambahan semangat untuk menulis di kampung media, Habib yang selaku koordinator KIM Kaula menceritakan dirinya yang sering kali di undang ke beberapa daerah di luar NTB seperti ke Jawa Barat sampai Medan dan terakhir kemarin ke Bondo Jepara Jawa Tengah tentu dengan transportasi dan akomodasi gratis di tambah dengan uang saku yang lumayan. Jika melihat kapasitas Habib yang berasal dari dusun terpencil, siapa sih yang akan kenal dan mau dipakai jadi narasumber? Tentu tidak ada. Tapi justru karena setiap kegiatan yag Dia lakukan, yang Dia liat, yang Dia lalui, bahkan yang dia makan, semuanya Dia tulis, lalu Dia publish di Kampung Media. Telah membuat Habib menjadi sangat dikenal. Belum lagi dengan pengalaman Habib yang dibelikan pulsa selama 50 bulan oleh mentri Kominfotik RI, semuanya dalah berkat Kampung Media dan KIM.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru