Brownies dan Pesan Moral di Dalamnya

sejak memutuskan untuk melepas masa lajang pada bulan maret tahun 2016 dan menjadi pasangan yang sah tanggal 1 April 2016 dengan laki-laki yang sangat luar biasa, dan membuat saya merasa menjadi perempuan yang paling beruntung sedunia. 

sejak saat itupun saya mulai rajin browsing menu-menu masakan dan jajan yang akan saya sajikan untuknya sebagai wujud lain mengekspresikan rasa cintaku untuknya tanpa terkecuali brownies cake yang tingkat popularitasnya masih bertengger di top ten chart.

tentu dalam mencoba brownies cake ini saya mengalami kegagalan berkali-kali. pertama brownies buatan saya encer kalau dipotong gugur. saya mencoba mnganalisa ternyata problemnya di alat pemanggangnya yang besi. 

kedua sudah tidak gugur kalau dipotong tapi melekat di cetakan dan susah di dikeluarkan, nah saya mencoba mencari apa lagi yang salah ternyata saya lupa mengolesi cetakannya pakai minyak, dan dialasi kertas roti serta ditaburi tepung sedikit. 

beberapa hari kemudia saya nyoba lagi untuk ketiga kalinya. kali ini tidak encer, tidak gugur, dan tidak lengket di cetakan tapi atasnya agak meleleh. saya termenung kembali bahan apa lagi yang kurang. rasanya sudah mengikuti semua instruksi yang tertera.

 setelah merenung lumayan lama akhirnya saya menemukan penyebabnya. dan ternyata karna saya tidak menutup tutupan panci dengan kain agar air tidak jatuh ke bagian atas jajan. setelah itu saya tidak menyerah dan mencoba lagi untuk keempat kalinya dan  kali ini hasilnya perfecto alias sempurna.

Brownies mengajarkan saya bahwa keberhasilan datang dari kegagalan. kesempurnaan hadir dari kekurangan. tidak menyerah menjadi kunci serta CINTA adalah rahasia utamanya.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Advertisement

Artikel Terbaru