Silaturrahmi Penguatan Akses Kearifan Lokal

Tadi malam saya menghadiri pertemuan penting komunitas adat, tokoh masyarakat, tokoh perdamaian, serta para budayawan Nusa Tenggara Barat. Acara ini bertema “ Silaturrahmi Penguatan Akses Kearifan Lokal, kegiatan perlindungan sosial korban bencana sosial Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil Propinsi Nusa Tenggara Barat 2016”. Ajang pertemuan yang berlangsung di lantai delapan hotel Aston Mataram ini, menjadi silaturrahmi yang berkualitas karena dihadiri oleh para tokoh yang berasal dari seluruh kabupaten kota se Nusa Tenggara Barat. 
menurut rencana kegiatan ini berlangsung hingga tanggal 9 Desember dan di buka tadi malam oleh Kadis Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil Propinsi Nusa Tenggara Barat, H Ahsanul Khaliq. Dalam sambutannya kepala Dinas yang lebih banyak dikenal masyarakat sebagai camat Cakranegara ini, menguraikan “curhat” soal keresahannya terhadap berbagai fenomena sosial yang terjadi hampir di semua kabupaten kota di Nusa Tenggara Barat.

“Kita melihat di ujung timur Nusa Tenggara Barat yaitu di  Bima,  hampir setiap hari kita membaca kabar berita kekerasan yang dilakukan masyarakat. Selalu saja ada penutupan jalan sebagai aksi protes. Gampang sekali masyarakat tersulut kemarahan, lalu terjadilah perkelahian antar kampung. Celakanya, tidak ada yang bisa dilakukan oleh masyarakat selain menjadi penonton dari tawuran tersebut. Mirisnya ada juga yang kemudian menjadi supporter. Di Bima, ada tradisi bernama Ampar Pare yang memiliki nilaiku hari panas sangat tinggi harusnya tradisi ini bisa dipertahankan. Ke Sumbawa tepatnya di  Batu Gong, kita bisa menyaksikan pemuda laki perempuan bonceng tiga,  tanpa rasa malu. Di masa lampau tentu cara cara seperti itu tidak mungkin dilakukan oleh anak muda di mana mereka masih kepada aturan dari kearifan lokal. Di  Lombok  beda lagi. Para tokoh masyarakat dan tokoh agama direpotkan dengan Kecimol dan ale-ale. Kesenian jenis baru ini,  banyak memacetkan jalan. Belum lagi tarian erotis yang mencemaskan. Saya berharap pertemuan kita kali ini bisa menghasilkan rekomendasi penting agar terjadi perubahan dalam tatanan sosial kita”  begitu kata Ahsanaul Khaliq yang secara resmi membuka kegiatan silaturrahmi tersebut. Acara di pandu oleh budayawan NTB Lalu Prima Wira Putra dan akan di mulai pagi ini 7 Desember 2016. () -03

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru