Menjadi Pribadi Bermakna Di Era Individualisme

Waktu itu adalah kehidupan, dan kehidupan yang bermanfaat harus dimulai hari ini. (Harold L. Taylor.1990). Apakah sejauh ini kita pernah menjadi bermakna pada keluarga, kerabat, sahabat atau bahkan orang lain?.

Apa yang disampaikan Taylor menganalogikan apakah kita hidup untuk mengurutkan satu persatu kenangan masa lalu dan bekerja tanpa hasil? Tentunya mengelola waktu dengan memaknai hidup untuk hasil yang bisa kita nikmati di dunia dan akhirat. Efektifitas dan efisiensi dalam manajemen waktu menjadi esensi utama dalam memaksimalkan fungsi diri sendiri sebagai makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat(Manz C. Charles. 1994)

Orang yang bermanfaat adalah orang yang menyadari bahwa dirinya diperlukan oleh banyak orang. Ia sadar sebagai public figure ia harus diteladani, dicontoh dan menjadi teman yang mampu berbagi rasa, sahabat dikala susah, problem solver(pemecah masalah), dan bahkan pendamai susasana yang kacau. Ia selalu optimis dalam menghadapi hidup dan percaya diri dalam menatap masa depan. Tak ada keraguan sedikitpun karena ia percaya bahwa hidup adalah perjuangan. Kemenangan terbesar diarena peperangan hidup adalah ketika kita mengetahui tujuan hakiki dari hidup (Wee Chou Hou. 1991)

Lalu siapakah gerangan orang ini? Tidak lain adalah orang yang telah dan selalu merencanakan hidupnya dengan jelas atau orang yang menyusun perogram hidupnya dengan rinci dan memiliki motivasi tinggi untuk mendadi pribadi bermanfaat disetiap waktu. Jika hari  ini sama dengan kemarin maka anda adalah orang yang rugi, jika hari ini lebih buruk dari kemarin maka anda orang celaka, tapi jika hari ini lebih baik dari kemarin maka anda orang beruntung. Waktu sekarang adalah “present” atau hadiah. Hargai hadiah yang telah diberikan Yang Maha Kuasa pada kita semua.

Menurut pribahasa orang Inggris, “Yesterday is history, tomorrow is mystery, and today is a gift”. Tentunya penyataan tersebut menuntut kita menjadi individu yang berkualitas dan harus memberi manfaat bagi yang lain. Karena sebaik baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama. Kapan kita menjadi individu yang bermakna ? (Rato) -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru