Menulis, Mau Atau Mauq?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia menulis berasal dari kata tulis yang berarti coretan-coretan yang memiliki makna, sementara menulis berarti suatu kegiatan melakukan coretan--coretan yang memiliki makna. Mau memilik arti ingin, hendak atau akan, sedangkan mauq berasal dari bahasa sasak yang berarti dapat. Disini dapat diartikan punya waktu atau punya kesempatan.

Menulis menurut pandangan umum penulis tidak butuh keterampilan khusus (special skill) pendidikan tinggi atau gelar tinggi yang berderet di belakang nama kita. Siapapu bisa jadi penulis asalkan mau dan mauq (dapat), hanya orang buta huruf saja yang tidak bisa menulis. Seperti kita ketahui Adam Malik, mantan Wakil Presiden Republik Indonesia hanya besekolah sampai dengan kelas V tingkat sekolah dasar, kemudian Pramudya Ananta Toer, seorang tahanan yang menghabiskan hidupnya ditempat pengasingan dan terpencil ternyata memiliki karya tulis yang sudah diakui dunia dan telah di terjemahkan dalam beberapa bahasa asing, kita memiliki Putu Wijaya, Taufik Ismail, Emha Ainun Nadjib dan banyak sekali penulis hebat lainnya.

Di saat saat sekarang kita mengenal ada komedian sekaligus penulis seperti Raditya Dika yang mengedepankan konsep menulis ala gue (my style) artinya isi tulisan disesuaikan dengan pola hidup orang kota saat ini dengan bahasa bahasa gaul dan asing. Dari luar negeri kita mengenal seorang penulis fenomenal bernama JK Rowling, yang menggemparkan dunia dengan bukunya yang berjudul Harry Potter, sejak edisi pertama yang bejudul Harry Potter and the Sourcerers Stone sampai dengan seri terakhir yaitu Harry Potter And The Deathly  Hallows Part 2  berhasil menjadi best seller diseluruh dunia dan hebatnya lagi seluruh seri dari buku tersebut telah diangkat ke layar lebar, lagi-lagi hasilnya woow , berhasil menjadi film Box Office. Bukan berarti penulis Indosesia tidak bisa bikin Best Seller, bisa cuma belum bisa go international. Mungkin suatu hari nanti.

Dengan beberapa contoh luar biasa diatas, pertanyaan yang muncul adalah menulis, mau atau mauq (punya kesempatan)?. Menulis, mau tapi ndeq mauq (tak punya kesempatan) yaaa percuma dong, dan menulis mauq ( punya kesempatan) tapi tidak mau, waah sama aja bohong. Thomas Alfa Edison mengatakan “sukses itu adalah 1% bakat, 4 % keberuntungan dan 95% kerja keras”.  Modal utama dari menulis seperti yang disampaikan  oleh pimpinan dimana tempat penulis bekerja ada 2 hal. Pertama rajinlah membaca apasaja walaupun hanya 1 lembar atau hanya 5 menit. Kedua mengamati kejadian dan peristiwa yang sedang in  atau up to date. Tulislah, apa saja, kapan saja dan dimana saja (whatever,whenever and whereever just write down. Rowlings.JK. 2010). Menulis juga tidak perlu harus terjebak dalam struktur bahasa, tata bahasa dan sistematika. Tulis apa saja yang terlintas dibenak anda. (Hanefa. Andreas.2002. Agar Menulis-Mengarang Bisa Gampang)

Sehingga bagi kita semua, mulailah menulis, tidak usah banyak. Mana yang bisa dan dapat anda tulis, yang penting mau dan mauq (ada kesempatan). Karena menulis tidak perlu bakat dan tidak ada yang melarang kita menulis, kecuali menulis itu dilarang. () -03

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru