Serukan Waspadai Proxy War

PRAYA – Mabes TNI dan Korem 162/Wira Bhakti (WB) menyerukan agar, seluruh elemen masyarakat NTB mewaspadai perang proxy war, atau perang yang tidak berbentuk senjata. Perang yang dimaksud yaitu, pengaruh sosial budaya luar seperti globalisasi dan modernisasi.

“Dari sekarang, kita harus memperkuat idiologi Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika,” kata Paban IV/Komso Ster Mabes TNI Kolonel KAV. Achmad Said, kemarin dalam diskusi di aula IPDN, Praya, Loteng.

Kegiatan yang dihadiri tokoh masyarakat, agama dan siswa SMA/SMK/MA se pulau Lombok itu, mendengarkan pemaparan Said tentang bahaya proxy war. Menurutnya, ancaman semacam itu tidak banyak masyarakat yang tahu. Namun, sejak dini harus diantisipasi. Salah satu bentuknya melalui program ketahanan pangan.

“Sehingga, sangat penting juga pemerintah memikirkan hal ini. Khususnya, menyangkut program kerja ketahanan pangan,” ujar Said di hadapan Danrem 162/Wira Bhakti Kolonel CZI. Lalu Rudy Irham Srigede, Dandim seluruh kabupaten/kota di NTB.

Dijelaskannya, perang proxy itu tidak berbentuk, tidak menimbulkan korban jiwa maupun harta benda. Namun, seiring perkembangan waktu, seseorang terpengaruh oleh aktivitas yang menyimpang. Contohnya, narkoba, tawuran remaja, perang antar kampung dan lain sebagainya.

“Yang sudah nyata dalam perang proxy wor ini adalah narkoba,” lanjut Danrem 162/Wira Bhakti Kolonel CZI. Lalu Rudy Irham Srigede.

Dikatakannya, jumlah penduduk NTB yang terjangkit akibat narkoba mencapai 54 ribu orang. Per harinya mereka mengkonsumsi narkoba mencapai 5,4 kilogram. Pemandangan semacam itu, secara langsung sangat membahayakan keberlangsungan ketahanan dan kedaulatan NKRI.

“Mari kita didik dan awasi anak-anak kita,” ujarnya.(dss/r3) -

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru