"Loloh" Minuman Sehat Warisan Leluhur

Orang di kampung saya menyebutnya loloh atau istilah lainnya adalah Jamu. Loloh merupakan minuman berbahan rempah-rempah.  Tidak tahu dari mana asal penyebutnanya. mungkin saja kata Loloh berasal dari Bali, Jawa atau daerah lainnya di Indonesia, karena Lombok menjadi daerah yang memiliki banyak persinggungan dengan daerah lain.

Loloh adalah salah satu jenis obat tradisional di Lombok. Loloh biasa dibuat oleh "belian" (dukun) untuk memberikan terapi pengobatan kepada pasien yang datang berobat. Loloh dibuat dengan menggunakan bahan-bahan yang didapat dari lingkungan atau pekarangan di sekitar rumah. Yang tak didapat di sekitar rumah akan dicari di pasar untuk mecukupkan bahan yang dibutuhkan.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat loloh ini tentu berbeda-beda jenisnya. Tergantung dari penyakit apa yangvsedang diobati. Untuk pasien yang baru habis melahirkan atau masa nifas, biasanya mereka akan dibuatkan loloh berbahan dasar daun pancar, kunyit, sekur (kencur) dan beberapa bahan lainnya. Sedangkan loloh untuk kebutuhan badan lemah dan menghangatkan ada yang dibuat dari jahe, akah rae (akar alang) gula merah dan beberpa bahan lain.

Tradisi membuat loloh ini sudah ada sejak lama dan dilakukan secara turun temurun. Hanya saja setelah banyak jamu beredar di pasaran dan masyarakat malas untuk membuat jamu. Produksi jamu di Lombok masih dibuat secara terbatas untuk kebutuhan sendiri. Sebetulnya potensi produksi jamu bisa menjadi salah satu acara mensejahterakan masyarakat.

Beberpa tempat yang saya singgahi di Lombok tengah, menjadi tempat tumbuh suburnya beberpa bahan dasat jamu. Sayangnya bahan-bahan jamu seperti kencur, jahe, kunyit dan lainnya hanya bisa dijual murah oleh penduduk setempat yang menanam tumbuhan tersebut tidak secara serius. Saya juga pernah mencicipi segelas loloh yang rasanya menyegarkan, di sekitar Mantang Lombok tengah. Loloh atau jamu  tersebut terbuat dari pala dan beberapa campuran lain. Pala adalah jenis pohon yang banyak ditanam penduduk di tempat tersebut. Saya tidak tahu kemana mereka memasarkan hasil bumi yang melimpah tersebut.

Loloh bentuknya sama persis dengan jamu gendong dijual ibu-ibu dari asal pulau Jawa. Amaq Rendra salah seorang warga di kampung saya merasakan betul manfaat minum loloh untuk kesehatan. “ Besok pagi saya harus kerja berat, maka malam ini saya harus minum loloh agar besok badan saya segar saat bekerja” katanya. Loloh menjadi minuman penghangat badan saat berkumpul dengan tetangga dan kerabat di berugak.  [] - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru