Penjual Hewan Kurban Raih Untung Besar

KM, Woja/Saneo - Tiga hari menjelang hari raya Idul Adha, Penjual hewan kurban dadakan meraup untung yang sangat besar karena hewan kurban yang dijualnya mengalami permintaan yang cukup meningkat.  H Supardin misalnya, penjual hewan kurban dadakan ini mengaku setiap harinya dapat menjual hewan kurban jenis kambing dalam satu hari mencapai 6 sampai 7 ekor kambing. Dengan kisaran harga Rp 1,2 juta dan Rp 1,7 juta per ekornya.

Harga yang ditawarkan oleh Supardin, sama dengan harga pada tahun sebelumnya dan sama dengan harga hari hari biasa. “Saya tawarkan harganya ada yang Rp 1,2 juta untuk kambing dibawah umur dua`tahun dan ada yang Rp 1,7 juta untuk kambing diatas umur dua tahun, harga yang saya tawarkan sama dengan harga pada tahun sebelmunya dan hari-hari biasa selain moment idhul adha,” ujar Supardi yang ditemui media ini Senin (21/09/2015) pagi kemarin. Supardin yang menjual kambing tepat di perbatasan Nowa dan Desa Bara ini juga mengaku, kambing yang dijualnya pun dalam kondisi sehat dan tidak sedang mengalami penyakit yang dapat menyebabkan dapak bagi manusia yang mengkomsumsinya.

Keutungan yang didapatkan oleh Supardin dalam menjual hewan kurban ini tidak dilator belakangi oleh dukungan Pemerintah Daerah, pasalnya menurut Supardin, biasanya atau pada tahun sebelumnya kambingnya tetap diekspor ke luar Kota seperti Kalimantan dan Balikpapan, namun tahun ini, ekspor kamibng tidak ada sama sekali. “Untuk tahun ini, tidak ada ekspor kambing ke Kalimatan, mungkin karena menguatnya nilai tukar Dollar terhadap Rupiah, sehingga pembeli luar Kota tidak mampu meminta kambing kepada saya,” tandasnya. Akibat dari itu juga, jelas Supardin, tahun ini dirinya tidak ditemani oleh karyawan, karena tidak ada kambing yang diekspor ke luar Kota. Sampai hari ini, selama dua minggu berjualan menjelang Hari Raya Idhul Adha, Supardin mengaku sudah lima puluh ekor kambing yang terjual.

Jika penjual dadakan mendapat untuk besar dalam menjual hewan kurban menjelang hari raya idhul adha, lain halnya dengan penjual hewan ternak dan kurban tetap. Seperti Suriadin, pada media ini Suriadin mengaku, dengan adanya penjual dadakan dengan tempat yang strategis membuat hewan kurban sepi pembeli. “Kalau kita disini, (Desa Bune red) jarang datang pembeli, karena pembeli banyak membeli di penjual dadakan seperti di Perbatasan Nowa dan Bara,” ujarnya. Keadaan ini sangat jauh dengan tahun sebelumnya, selama berjualan menjelang Hari Raya Kurban ini, hewan kurbannya baru empar ekor yang laku.

Sama halnya dengan penjual dadakan, Suriadin mengaku dirinya tidak ada permintaan dari luar Kota untuk mengekspor Kambing, dirinya tidak atahu pasti apa penyebabnya namun karena sudah lama berjualan, hal yang seperti ini dianggapnya`sudah biasa terjadi dan mengganggap ini adalah hukum pasar. (Faruk) -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru