Tak ada uang Abang tak di sayang

        km. MJ banyak orang yang mengatakan kalau musim PILKADA  adalah musim duit bagi para kaum bangsawan, kaum biasa dan apa lagi kaum rakyat miskin, dimana dalam hal ini sudah menjadi tradisi di masarakat pada umumya, khususnya  di kab.Dompu salah satu contohnya yaitu desa Dorebara, asumsi dari masarakat segera beredar apalagi saat sekarang ini adala musim kapanye banyak sekali masarakat yang mencari kesempatan dalam kesempitan.  

uang!!! uang!!! uang!!! itulah yang timbul dalam benak masarakat, ketika waktunya tiba maka musim kepura-puraanpun timbul bagi setiap insan yang tidak memiliki kesadaran dalam dirinya, hari ini dan heri besok akan terus seprti itu dan sampai akan menuju masa yang akan datang.

Pemerintah, Cleg dan Masarakat adalah sekenario keluarga yang di rencanakan untuk membuat sesuatu drama felm agar dapat berperan dalam suasana pilkada nantinya, berbagai peran di perankan oleh masyarakat yaitu ada yang  jujur, pembohong, pura-pura eksis, dan penyusut, kalau di biasa di bilang felem dramatis bangat  sugguh sunguh menyenangkan bagi yang berperan dlam kisah tersebut

seperti yang di lontarkan oleh ibu Raodah “musim ini  musim duit kita  mau keluarga atau orang lain  tetap sama-sama duit” ujar ibu tersebut. apakah ini yang kita harus diikuti, dimana rasa nasionalisme kita dalam melihat, meimilih orang yang memipin dalam lima tahun. di sisi yang lain pak hidayat “kalau keluarga kita banyak dan mana duit yang lebih besar itu yang di ambil bahkan di ambil semuanya mumpung uang gratis ko” inilah pandangan yang harus kita ubah dalam benak masarakat, jangan sampai diajrkan pada anak-anak mereka, sebab ini akan membunuh karakter mereka terhadap kecintaan terhadap tanah air dan nilai kejujuran dalam hati tidak di lagi mebirikan  atau menenjukan arah yang benar dalam hidup berbangsa dan bernegara.amin red [] - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru