Keinginan (Sejak Dulu)

Sejak dulu, kurang lebihnya ketika saya menggemari dunia tulis menulis. Sempat saya terpikir untuk membuat media berupa; tabloid, jurnal, majalah, atau sejenisnya. Sebab, ketika saya meninjau dari aspek saya sendiri, khususnya di kampung saya, banyak para warga (bisa membaca) tidak gemar untuk membaca. Mungkin, para remaja yang paham dunia internet bisa dikatakan setiap hari membaca. Namun, bergunakah yang dibacanya? Entahlah, itu kembali pada diri mereka sendiri. Namun, bila saya amati, apalagi saya mempunyai keponakan yang usianya remaja, kualitas membacanya masih minim. Iya, mereka memang membaca. Namun, yang dibacanya hanya setatus yang itu-itu aja. Sedihkah? Seharusnya memang bersedih. Namun bagiamana cara agar tidak sedih?

Nah, dari hal demikian yang membuat saya ingin menciptakan hal yang saya sebutkan di atas. Dalam hal demikian, ada banyak yang ingin saya libatkan. Misalnya, jika saya membuat tabloid maka saya akan membuat kolom cerpen dan puisi. Jadi, para pelajar di sini bisa mengisi hal tersebut. Kemudian, ada kolom opini/artikel yang dikhususnkan bagi para warga yang mengerti atau bisa menganalisis keadaan pemerintah. Atau ada kolom cerita inspiratif dari para pejuang hingga mencapai titik kesuksesan. Misal, perjuangan sesorang guru hingga menjadi PNS.

Dan, banyak tambah-tambahan kolom yang tentunya bermanfaat untuk dibaca. Namun, ada hal yang menghalangi pikiran saya itu. Iya, lagi lagi ini masalah dana. Dulu, ketika saya tidak punya print saya berkeinginan untuk bekerja sama dengan sekolah-sekolah. Namun sayang, saya mengurungkan niat. Mungkin, itu karena saya pikir hal yang tidak mungkin saya lakukan. Lalu, langkah berikutnya?

Nah, kembali lagi saya berpikir tentang hal itu. Sepertinya saya harus belajar lebih lagi di dunia ini. Hingga, DP dari buku perdana saya terbit, dan saya pun membeli satu print. Dan, keinginan itu kembali muncul. Namun sayang, tempat untuk berbagi mengenai hal itu tidak ada. Jujur, ada sih, tapi masih dalam tahap raba-raba. Maksud saya seperti ini... tempat saya cerita memang setuju, namun sayang, untuk ikut partisipasi untuk menulis masih minim sekali. Jadi, sepertinya saya harus perhitungkan hal demikian. Sebab, tidak mungkin kan saya yang menulis semuanya. Tarap kemampuan saya masih setandar saja. Mungkin, jika sekedar cerpen dan puisi, insyaalloh. Walaupun itu bagus atau tidak. Tapi, insyaalloh layak untuk dibaca.

Kembali untuk membuat tabloid dan sejenisnya. Saya masih berkeinginan membuatnya. Sudah berapa kali saya merancang desain untuk tabloid tersebut. Bahkan, selogannya sering saya coret-coret. Ada berapa yang sudah jadi dan saya masih memikirkan desain-desain lainnya. Intinya sih, saya masih membutuhkan partisipasi dari teman-teman untuk menciptakan yang saya inginkan.

Masalah dana? O ya, saya hampir lupa dengan hal demikian. Pada awalnya, rancangan saya setelah punya print, saya ingin tetap membuat tabloit tersebut dengan terbitnya dua minggu sekali atau satu perbulan dengan mengedarkannya ke sekolah-sekolah dan kantor dengan geratis. Dan untuk kedua kalinya, mungkin bisa dibayar dengan harga Rp. 3.000/Rp. 5.000. Namun... setelah dipikir-pikir lagi, apa itu bisa? Secara, masih banyaknya orang-orang yang tidak suka membaca.

Oh... nasib. Bagaimana cara mengatasi semua ini? Adakah yang ingin berbagi solusi. Jujur, ada banyak hal yang ingin aku rancang untuk ke depannya. Atau... jangan-jangan saya yang terlalu tinggi berpikirnya? Ah, namanya juga keinginan, nggak apa-apa, kan? Asal sadar akan posisi dan tidak melupakan yang di Atas. ^_^  () -05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru