Jangan Malu Punya Kepala Botak

KM Sambang Kampung- Kegiatan rutin PGRI Kabupaten Lombok yang dilaksanakan setiap tahun setelah melaksanakan Hari Raya Idul Fitri adalah acara halal bihalal. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan semangat dan persatuan guru di Lombok Timur. Sekitar tujuh ratus guru hadir memenuhi Mesjid Raya Selong guna mengikuti halal bihalal sekaligus mendengarkan informasi penting dari pengurus PGRI propinsi dan dari Bupati Lombok Timur.

Kegitan halal bihalal ini dilaksanakan hari Selasa (4/8) dimulai sekitar pukul 11.00 Wita. Acara diawali dengan pembacaan Ayat Suci Al-Quran dilanjutkan dengan sambutan Ketua PGRI Propinsi Ali Rahim, M.M. dalam sambutannya Ali Rahim mengatakan bahwa kebijakan pemerintah saat ini tentang pendidikan masih belum menentukan arah. Masih banyak kebijakan yang tidak memihak pada kepentingan guru dan dunia pendidikan. Kebijakan yang aneh-aneh masih banyak yang merugikan guru, seperti dilakukannya Uji kopetensi terhadap guru padahal guru sudah memiliki sertifikasi, guru selalu diuji dengan berbagai cara untuk menggugurkan sertifikasi.

Setelah Ketua PGRI Propinsi menyampaikan sambutannya giliran Bupati Lombok Timur memberikan arahan kepada guru. Dalam kesempatan tersebut Bupati banyak memberikan petuah dan membimbingan kepada guru untuk terus selalu mengabdi dengan ikhlas didunia pendidikan. Diawal pidatonya Bupati Ali Bin Dahlan meminta ijin untuk membuka topinya, dan serentak disambut dengan acungan jempol dari para guru. Setelah itu Bupati melanjutkan pidatonya dengan menunjukkan kepalanya yang botak, beliau berkata kepala saya ini botak tetapi jangan pernah malu memiliki kepala botak, banyak keuntungan orang yang memiliki kepala botak yang pertama adalah paling tidak tidak banyak dana yang dikeluarkan untuk pemeliharaan kepala, yang kedua orang botak biasanya adalah orang-orang pemikir intinya bahwa jika kodrat kita sudah diberikan kepala botak maka harus kita syukuri jangan pernah malu  artinya bahwa jika kita sudah dikodratkan sebagai guru maka kita harus bersyukur dan harus terus mengabdi sebagai guru yang baik. Buatlah surga dalam hidup kita sekarang dan surga kelak ketika sudah tiada. Caranyanya adalah membuat hidup lebih tenang dan nyaman jika hidup kita sekarang dan nanti susah maka itulah neraka. Demikianlah inti dari wejangan dari bupati Lombok Timur kepada guru yang hadir dalam halal bihal.

 Diakhir sambutannya Bupati Lombok Timur melepas 64 orang guru yang akan menunaikan ibadah  haji, dan melepas 148 orang guru yang memasuki purna bahkti atau memasuki masa pensiun. Kepada calon jamaah haji Ali Bin Dahlan mengingatkan bahwa sebelum berangkat maka bertaubatlah dulu dan tunaikan zakat, kepada guru yang memasuki masa pensiun maka jangan pernah merasa  pensiun teruslah mengabdi ditengah-tengah masyarakat pensiun itu hanya pada wilayah kedinasan saja. Itulah rangkaian kegiatan halal bihalal yang di laksanakan oleh pengurus PGRI Lombok Timur. (Uyik) -05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru