Liur Burung Yang Berharga

(KM.Sarangge) Walet adalah salah satu jenis burung sangat istimewa. Liur Burung Walet atau sering disebut Sarang Burung Walet berharga mahal.  Entah dari mana mulanya khasiat sarang burung walet (Collocalia fuciphaga) cukup terkenal di seantero dunia. Sarang burung anggota famili apodiae ini sejak puluhan bahkan mungkin ratusan tahun lalu diyakini punya khasiat dalam memberikan kesegaran dan bahkan untuk menjaga kesehatan tubuh manusia. Mitos baik untuk kesehatan muncul dari pengalaman pengguna yang semula disampaikan dari mulut ke mulut itu kemudian disebarluaskan pula oleh media massa.

Di Bima, terdapat dua sarang burung wallet yang menjadi salah satu produk primadona dan sumber PAD Daerah yaitu di Sape dan Parado.  Dua budidaya wallet alami itu merupakan sarang wallet yang kualitas tinggi dengan harga yang cukup mahal.   Lokasi sarang burung itu terletak di pulau-pulau kecil di desa Bajo Pulo kecamatan Sape. Lokasi pulau ini cukup jauh dan harus ditempuh melalui jalur laut.

Cara pengambilannya pun beresiko tinggi karena sarang burung wallet terletak di tebing dan jurang-jurang terjal di dalam Gua yang cukup gelap. Salah pegang atau terpeleset saja, maka nyawa pengambilnya akan melayang karena terjatuh langsung ke laut dalam dan tidak ada tempat untuk kembali.  Panen sarang wallet biasa dilakukan dua kali setahun yaitu pada bulan pebruari hingga maret atau pada akhir tahun.

Namun ada juga panen yang dilakukan tiga kali setahun yang disebut panen istimewa. Sarang Burung Walet adalah titipan dan anugerah berharga bagi daerah kabupaten Bima untuk sumber-sumber pembangunan. Pelestarian dan budidayanya perlu dilakukan. Pengambilannya pun harus memperhatikan aspek budidaya dan kelestarian wallet itu sendiri agar tidak punah.

Bagi orang-orang Bima dan juga hasil penelitian menunjukkan bahwa  sarang burung walet diyakini dapat menjaga kesegaran tubuh, meningkatkan vitalitas, obat awet muda, memelihara kecantikan dan menghambat kanker. Sarang burung walet mengandung protein yang berbentuk glikoprotein yang merupakan komponen terbesar selain karbohidrat, lemak, dan air. Jumlahnya mencapai 50 persen.

Di tubuh, protein berperan sebagai zat pembangunan. Ia membentuk sel – sel dan jaringan baru serta berperan aktif selama metabolisme protein asal hewan diakui lebih gizi lantaran punya ikatan senyawa lebih kompleks dari pada protein nabati.(alan) - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru