75 Pasangan Menikah Diisbat

KM Wadu Nocu; Sebanyak 75 pasangan keluarga yang nikah di bawah tangan di Kecamatan Sape diisbat. Isbat massal tersebut digelar di LPA Kabupaten Bima pada 9 Juni lalu. Pasangan yang diisbat itu  juga diberi buku nikah.

Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Bima Amar Makruf SH mengaku, kegiatan itu dilakukan untuk menjawab hak anak terhadap orang tua. Karena pasangan yang menikah tidak melalui KUA atau Kemenag, belum memiliki buku nikah.

‘’Kalau belum memiliki buku nikah, maka hak anak yang dilahirkan atas pasangan itu dibatasi. Seperti pembuatan akta kelahiran yang memerlukan buku nikah,’’ ungkapnya, kemarin.

Menurut dia, kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai perwakilan. Seperti Pengadilan Agama (PA), Kemenag, dan Kadis Catatan Sipil.

‘’Kegiatan ini sudah kami lakukan di Kecamatan Woha. Untuk selanjutnya kami lakukan di Kecamatan  Sape,’’ terangnya.

Dijelaskan, pasangan yang bisa diisbat yaitu pasangan yang memenuhi persyaratan. Seperti, faktor ekonomi, perkawinan pertama, ada saksi dan wali yang menikahkan dan mereka menikah di bawah tangan.

‘’Di Kecamatan Sape yang memenuhi persyaratan ini baru 75 pasangan. Mereka ini sudah tua-tua,’’ katanya.

Dia memaparkan, isbat nikah sangat penting agar hak anak terhadap orang tuanya dijamin. Seperti pengalihan harta kekayaan orang tua kepada anak yang memerlukan dokumen kependudukan. Atau kelahiran anak atas orang tua.

‘’Jika semua dokumen kependudukan tidak ada. Maka hak anak atas orang tuanya hilang. Sebeb tidak ada yang mengatakan si anak merupakan keturunan orang tua,’’ jelas Kabid Sosial dan Budaya BAPEDA Kabupaten Bima ini.

Isbat nikah yang berlangsung selama satu hari itu berjalan lancar. "Ini akan membantu mengurangi masyarakat Kabupaten Bima yang belum memiliki buku nikah," pungkasnya. (edo) - 01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru