Mobil Ala Pak Kadus Sudah Berbentuk

Sebagai tindak lanjut dari apa yang sudah analogikan oleh Bapak Kadus Punikasih Desa Masmas, dalam tulisan sebelumnya beberapa waktu lalu dengan judul “Mobil Ala Bapak Kadus”, maka yang ingin diceritakan disini adalah, bahwa tadi malam, mobil tersebut sudah berbentuk, tujuannya sudah ditentukan, pun juga ongkos dan criteria penumpangnya sudah disepakati bersama.

Dalam pertemuan sebelumnya memang sudah disepakati, bahwa pertemuannya akan dilakukan setiap tanggal 15 bulan atas, tapi karena ini adalah pertemuan pertama, maka jamaah juga sepakat untuk memulainya pada malam rabo dengan niat tabarrukan watafa’ulan, kalau dikampung saya mengistilahkan “Sempene” pada sabda rasul yang arti secara maksudnya adalah, “Tidak ada satu pekerjaan baik yang dimulai pada hari/malam rabo kecuali perbuatan itu akan mencapai sukses. Dengan dasar itulah maka tadi malam ratusan jamaah, laki- prempuan, tuan-muda berduyun-duyun mendatangi masjid Nurul Hidayah Dusun Punikasih Desa Masmas untuk solat magrib berjamaah di lanjutkan dengan membaca yasinan dilanjutkan dengan diskusi dan Arisan.

Pada diskusi tersebut yang dipimpin langsung oleh Pejabat teras dusun itu, sempat memberikan kata pengantar dengan mengatakan, “Bapak/Ibu/Hadirin yang saya hormati,   ……… kalau saya mengatakan bahwa kita warga masyarakat tidak kompak, pasti semua kita merasa terbakar jenggot, tapi kalau kita mau jujur dengan melihat bangunan masjid kita yang tidak tuntas-tuntas, melihat lingkungan masjid kita yang tidak tertata, melihat tempat wuduk yang kita bangun sekalipun sudah jadi tapi tidak sebanding dengan besar bangunan dan lama waktu dikerjakan, maka itulah faktanya bahwa kita memang tidak kompak. Tapi untuk menghindari kata tidak kompak tersebut kita bilang saja bahwa penyebab semua hal tadi adalah karena kita jarang ketemu, jarang duduk bareng, jarang berkomunikasi, Maka dari itu lewat kesempatan ini saya ingin mengajak pelungguh sami untuk sering ketemu minimal di awal-awal ini satu kali dalam satu bulan dan akan secara bertahap menjadi setiap minggu kemudian akhirnya setiap hari dan setiap waktu sholat dimasjid ini untuk kita solat berjamaah. Kalau ini bisa kita lakukan, Maka saya amat sangat yaqin jangankan kita kerjakan, kita akan doakan saja oleh seluruh jamaah setiap waktu sholat pasti apa yang kita rencanakan akan cepat tuntas” demikian bapak yang bertubuh pendek dan gempal itu berapi-api menyemangati warganya.


tidak Cuma itu, dalam kesempatan tersebut juga disepakati bahwa disamping warga akan membaca Yasinan dan muzakarah, masyarakat juga berhasil digiring untuk melakukan kegiatan ekonomi kreatif, salah satu bentuk ekonomi kreatif yang dilakukan adalah melakukan arisan untuk menjadi modal usaha bagi warga yang dapat juga melakukan tabungan bersama untuk menjadi modal usaha bersama, yang model usaha dan pola pengembangannya akan dibahas nanti secara bertahaf akan dirancang pada setiap pertemuan rutinnya.

Semoga apa yang dilakukan oleh Warga Dusun Punikasih ini bisa berjalan lancar, mendapat ridho dan magfirah dari Allah Subha Nahu Wataala, Karena sesungguhnya yang amat sangat dihajatkan adalah bagaimana masyarakat setempat bisa memakmurkan masjid dengan kegiatan ke-Akheratan dengan tanpa harus melupakan hal-hal yang berkaitan dengan keduniaan terutama sekali dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masing-masing dengan upaya-upaya pengembangan ekonomi kreatif seperti yang tengah digalakkan oleh Kampung Media NTB. () -01

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru