Musim "Tengkong" Warga Untung

Jamur merupakan tumbuhan kecil
yang hanya memiliki batang dan daun saja, biasanya tumbuh di permukaan tanah yang gembur yang di huni oleh mahluk-mahluk kecil yang dinamai keraron atau laron yang biasa di buat makanan ayam. Tapi pada dasarnya jamur bisa tumbuh di berbagai tempat, namun sebagian besar jamur akan tumbuh subur bila berada di daerah yang lembab dan bersuhu dingin.

Tengkong atau Jamur  merupakan bahan makanan  olahan yang mencul setahun sekali, keberadaannya biasa di kebun atau disawaah yang memiliki hawa lembab, kemunculan “tengkong” diawali dengan munculnya Laron atau warga menyebutnya dengan keraron yang biasanya berkembang saat musim hujan tiba dan bertebaran dimalam hari yang memilih tempat yang terang dibawah lampu yang sedang menyala.

Tengkong atau jamur  yang banyak di cari warga kampong bukan seperti jamur budidaya yang banyak dijual di pasar dan supermarket akan tetapi tengkong atau jamur yang dimaksud adalah jamur yang kemunculannya hanya setahun sekali dan belum ada yang membudidayakannya dikarekan jamur tersebut berasal dari sarang laron di dalam tanah.

Warga di Pedesaan yang terbiasa mencari Tengkong,  apa bila sudah memasuki musim hujan meraka sudah mencari keberadaan tengkong tersebut seperti warga Duman yang terbiasa mencari di kebun-kebun dan sawah milik warga, untuk mencari keberadaan jamur putih tersebut warga mencari pada pagi hari karena khawatir di dahului oleh warga yang lain walaupun bisa mencari disiang maupun disore hari.

Biasanya warga yang sudah terbiasa menjadi pencari/pemburu jamur atau tengkong tersebut sudah menandai tempat-tempat yang biasa di tumbuhi oleh tumbuhan yang tumbuh di tanah gembur dan bersuhu dingin tersebut,  setelah menemukan jamur tempat  tumbuhnya pun akan digali sampai ujung batang yang kira-kira panjangnya kalau sudah mekar daunnya dan besar bias mencapai 20 sampai 30 cm.

Jamur merupakan makanan yang sangat popular dikalangan warga baik itu pedesan maupun perkotaan terbukti dengan adanya menu di beberapa Lesehan di Kota mataram seperti di Lesehan Gading, jamur menjadi bahan baku makanan  yang bias di buat berbagai  macam olehan makanan diantaranya Jamur bakar yang sangat di senangi dan menjadi makan vaporit menemani nasi, menurut warga jamur lebih enak dibandingkan dengan daging  ayam,

“ jamur lebih enak ketimbang daging ayam dan mengandung protein tinggi”  kata Baedowi penggemar Jamur atau tengkong.

Pencari jamur yang sudah menjadikannya sebagai sumber penghasilan tambahan biasanya menjual ke pasar akan tetapi sebelum mencapai pasar warga sudah berebut untuk membeli jamur atau tengkong tesebut, harga jamur yang menjadi menu vaporit saat musim jamur tiba sangat terjangkau oleh kantong warga, harganya tidak berdasarkan berat  melainkan banyak serta keadaan jamur tesebut, apabila keadaan jamur segar dan tidak rusak maka jamur yang jumlahnya 5 biji dan agak besar maka 20 ribu sudah didapat oleh penjual jamur, murah bukan.

Dengan datangnya musim jamur disaat musim penghujan maka member berkah untuk para pencari jamur karena dalam sehari bisa mengumpulkan sedikit uang tambahan untuk membeli beras atau member uang saku untuk anaknya, tidak sedikit warga yang sengaja mencari untuk kebutuhan sendiri atau untuk kosumsi keluarga seperti Amaq Mahsar, warga Duman mencari sehari hari untuk lauq sehari-hari karena dengan mengkosumsi jamur mka Is tidak usah membeli Lauq maka dapat menghemat pengeluaran.

“kalu dapat jamur maka istri nggak usah beli lauq, uang untuk lauq bisa untuk uang saku anak sekolah” ungkap Amaq Mahsar yang sehari-hari bertani.

Musim jamur juga memberi peluang usaha musiman bagi warga yang tinggal di Dusun Duman Utara, disana banyak ditumbuhi oleh jamur atau tengkong dikarenakan letak dusun di perbukitan yang yang tanahny gembur dan dingin, warga Dusun Duman Utara banyak menjual jamurnya ke pasar desa di karenakan dipekarangan warga yang lain ditumbuhi oleh jamur sehingga warga sudah tidak membeli lagi dan warga yang ingin mendapatkan rupiah ya dengan menjual ke pasar. [] - 01

 

 

 

 

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru