Gili Sunut Si Mutiara hijau

Pulau lombok merupakan salah satu pulau kecil yang cukup terkenal sebagai pulau wisata. Berbagai wisatawan manca negara dan wisatawan domestik, tak henti-hentinya mengunjungi pulau wisata ini. Pulau kecil yang dikelilingi oleh berbagai pantai dan pasir putih, memang sangat tepat  untuk dikembangkan menjadi kawsan wisata yang mendunia. Salah satu tempat wisata yang lagi dikembangkan di pulau ini adalah sebuah gili yang terdapat di wilayah lombok timur, yaitu gili sunut.

Gili sunut merupakan salah satu tempat  berwisata yang marak dibicarakan orang. Tempat berwisata ini terletak di dusun sunut baru, desa sekaroh, kecamatan jerowaru, kabupaten Lombok timur. Tempat ini juga merupakan suatu alternative untuk dikembangkan sebagai obyek wisata yang ada di bagian selatan dari lombok timur.

Kawasan ini menjadi alternative pengembangan wisata karena dari pihak investor asing yang berasal dari Singapura telah melihat keunikan yang sangat mempesona pada Gili tersebut. Butiran Pasir putih yang bercampur dengan butiran pasir merah menjadi sentuhan pesona bagi investor asing tersebut. Permukaan air laut yang menampakkan warna kemerahan atau pink berpadu dengan warna biru sehingga membentuk garis-garis loreng dari dua warna.

Hal lain yang menarik perhatian adalah karena kondisi alam bawah laut yang indah. Kondisi alam di bawah laut dari gili ini adalah cukup mempesona. Komunitas ikan-ikan hias yang hidup di tepi pantai sangat mempesona pula. Batu karang yang beraneka warna dan bentuknya sangat indah dipandang mata bila mempergunakan ‘snorkeling”. Pada bagian pertengahan laut dari kawasan gili sunut ini, masih  dapat ditemukan sejumlah trumbu karang yang menjadi penghias pada panorama alam bahari gili ini. Kecuali pada bagian tepi pantai, trumbu karang sudah tak ada lagi. Seorang warga penduduk yang pernah tinggal di gili sunut wisata ini, dan sekarang tinggal di gili sunut baru mengatakan bahwa di saat banyaknya penduduk yang tinggal di gili sunut wisata, sering terjadi pengeboman ikan. Selain itu pula para perahu nelayan pada membuang jangkar di di dasar laut hingga tidak mengherankan kalau trumbu karang yang hidup dulu di dekat tepi pantai telah mengalami kerusakan atau kepunahan.

Keunikan lain yang dapat dipandang di kawasan Gili wisata ini adalah di waktu pagi. Pada waktu pagi, sinar mata hari muda dari ufuk timur menampakkan warna kemerah-merahan dan terbias di atas permukaan air yang dua warna. Indah nan mempesona, apa lagi jika memandanganya di atas pinggir tebing yang ada di gili sunut ini.

Selain itu, kawasan ini memilki letak strategi yang menarik, yang mana berdekatan dengan beberapa pulau kecil dan beberapa pantai. Gili sunut ini berdekatan dengan pulau maringkik, pantai pink, tanjung ringgit, dan beberapa pantai yang dapat dipandang bila kita berdiri di atas tebing yang ada di gili ini.

Bila air pasang lagi surut, para pengunjung dapat berjalan kaki dengan menelusuri pasir putih yang terhubung dari daratan gili sunut baru dengan gili sunut wisata ini. Sejumlah kerang-kerangan dengan aneka bentuk mewarnai keindahan pasir putih yang membentang luas dan memanjang ini di saat air pasang lagi surut. Sejumlah komunitas hewan bintang laut menampakkan diri di atas butiran pasir putih dan di tepi pantai yang memanjang ini. Pasir putih yang memanjang pada saat air pasang surut ini berada di bagian utara dari gili sunut wisata. Pada bagian barat, sebuah batu karang besar yang menyerupai kapal very yang sedang berlabuh. indah sekali pemandangan itu.

Pada bagian pinggir selatan dari gili sunut wisata , di sinilah terdapat pantai indah yang berpasir putih campur kemerahan. Airnya pun berwarna kemerahan atau pink berpadu dengan warna kebiruan.

Dari aspek mitologi, pihak investor asing beranggapan bahwa pada dasar laut yang ada di kawasan gili sunut ini memiliki sejumlah mutiara hijau, sehingga gili ini dijuluki si mutiara hijau. Beberapa hal inilah yang membuat pihak investor asing tersebut memeberanikan diri untuk mengontarak lokasi ini untuk dikembangkan menjadi obyek wisata bahari, namun tetap memiliki kekerjasamaan dengan pihak pemerintah daerah.

Dalam pengembangan dan pembangunan obyek wisata yang ada di Gili sunut, pihak investor asing dari singapur akan membangun sebuah hotel berbintang lima. Pengadaan jalur darat pun juga akan lebih diperhatikan dan juga jalur yang melalui transportasi laut. Berbagai fasilitas pun akan diadakan di lokasi ini demi untuk memenuhi kebutuhan para pengunjung, khususnya pengunjung yang datang dari luar negeri.

Untuk lebih jelasnya dapat juga dipahami bahwa sebelum tahun 2013, gili sunut dihuni oleh 200 jiwa penduduk, atau 109 kepala keluarga. Penduduk yang mendiam di lokasi ini pada saat sebelumnya adalah penduduk yang berasal dari berbagai daerah yang ada di Nusa tenggara barat. Mata pencaharian mereka adalah sebagai nelayan.

Pada tahun 2013, oleh pihak investor asing dari singapur yang bekerja sama dengan pihak pemerintah daerah, semua penduduk yang ada di wilayah ini dimigrankan ke pulau seberang yaitu di dekat kampung tanja anja dan sekarang diberi nama gili sunut baru.

 Ada pun perusahaan yang telah dipercayakan dalam menjalankan program pembangunan wisata ini, termasuk pemindahan penduduk yang jumlahnya sebanyak 200 jiwa penduduk atau 109 kk adalah Pt. Obri dan PT. Ocien Blue. Masing-masing penduduk atau tiap kepala keluarga yang dipindahkan oleh pihak investor asing dengan melalui dua perusahaan tersebut di sini telah difasilitasi rumah batu dengan tipe 3 x 6. Masalah pemindahan pun di lokasi ini telah ditanggung oleh pihak investor asing dengan jumlah uang sebanyak 5.000.000 rupiah per kep[ala keluarga.

Pada tanggal 29 sampai dengan 30 desember. PT. Obri dan Ocien Blue telah melakukan pemindahan makam dari gili sunut wisata ke pulau seberang yaitu di tanja anja. Ada 88 jumlah kuburan nyang sempat dibongkar atau di gali dan dipindahkan ke tanja anja. Proses pemindahan makam ini dengan melibatkan masyarakat migrant gili sunut baru untuk mengangkut jenazah-jenazah tersebut dan sambil menandai keluarganya masing-masing yang telah menjadi jenazah.

Selain hal di atas, dapat dikemukakan bahwa untuk menemukan gili sunut wisata yang memilki luas wilayah sekitar 6 hektar ini adalah dapat ditempuh dengan dua jalur alternative. Yang pertama adalah dengan memepergunakan perahu dari dermaga tanjung luar. Yang ke dua adalah dengan melalui jalur darat, yaitu dengan melalui jalur jalan jerowaru menuju ke  dusun sunut baru,desa sekaroh. Namun jalanan darat yang menuju ke wilayah wisata ini masih tergolong kurang menguntungkan. fisik jalan daratan yang ketika jika memasuki wilayah desa seekaroh ini termasuk sangat kasar.

Sepanjang jalan yang bermula dari dusun pangoros, desa sekaroh memilki jalanan berbatu-batu krikil tajam. Pada musim kemarau, debu-debu beterbangan sampai mengotori tubuh pengendara sepeda motor. Pada musim penghujan, sepanjang jalan yang ada di dusun pangoros menuju ke dusun gili sunut baru sangat becek dan berlumpur. Bahkan sekitar satu kilo meter sebelum tiba di gili sunut baru, yang mana sebuah jalanan yang sempat terputus oleh air hujan. Dan kalau pun sudah melewati jalanan yang rusak menuju ke gili sunut, di sinilah dapat mengambil sampan atau perahu menuju ke gili sunut wisata. Kecauali pada air pasang lagi surut, para pengunjung dapat berjalan kaki melalui pasir putih menuju ke Gili Sunut Wisata.

Jalur lain untuk menuju gili sunut wisata adalah dengan melalui dermaga telong-elong dengan mempergunkan perahu atau samp[an. Selain juga, para pengunjung dapat melalui kawasan Pt. Mutiara Indah. Dari kawasan PT. Mutiara Indah merupakan salah satu kawasan yang paling dekat dengan gili sunut baru. Dari kawasan ini, pengunjung dapat mempergunakan perahu-kapal milik perusahaan tersebut, tapi itu pun harus ada pewrsetujuan sebelumnya atau minta izin untuk di antar ke gili sunut. Kecuali jika nanti akses jalan darat sudah diperbaiki oleh pihak pemerintah, itu akan lebih memeudahkan untuk menemukan gili sunut wisata.[] - 01

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru