Pahlawan Ditengah Kegelisahan

Sosok paruh baya yang selalu eksis dalam berbagai kegiatan guru di Lombok Timur terkait berbagai polemic yang dihadapi oleh rekan-rekan guru baik itu masalah hukum, masalah keterlambatan gaji, interpensi pejabat, polemik antar organisasi, semuanya ia coba untuk mencari solusinya dengan gaya kesederhanaannya yang murah senyum dan bersahaja. Inilah sosok pejuang ditengah kegelisahaan rekan-rekan guru beliau adalah seorang guru yang bertugas lumayan jauh dari ibu kota kabupaten yaitu di SDN 2 Loyok Desa Loyok Kec.Montong Gading Lotim. Jika diukur dari tempat tugasnya ke Selong sekitar 20 km dan jika ditempuh menggunakan kendaraan membutuhkan waktu 30 menit.

Pahlawan yang dimaksud tersebut adalah Yunus,S.Pd yang kini telah berusia 54 tahun yang dalam seharinya menagajar sebagai guru sekolah Dasar yang sebelumnya pernah menjabat sebagai kepala Sekolah di SDN 2 Loyok tersebut, namun dalam perjalan karirnya beliau diturunkan menjadi guru oleh pejabat sekitar 5 tahun yang lalu karena dianggap tidak pro terhadap pejabat yang memerintah saat itu sehingga beliau harus menerima konsekuensi tersebut padahal menurutnya hal tersebut tidak benar namun karena adanya persaingan kepentingan para tim akhirnya beliau tersingkir dari jabatannya sebagai kepala sekolah. Namun tidak serta merta beliau berkecil hati untuk terus menanam kebaikan untuk membantu rekan-rekan guru yang mengalami masalah yang terkait pemabayaran sertifikasi yang tidak terbayar, guru yang mengalami tuntutan dari orang tua wali murid karena dianggap melanggar HAM dalam membimbing muridnya. Karena dalam undang HAM guru tidak boleh berlaku keras kepada anak didik baik suara, prilaku atau fisik.

Namun Yunus,S.Pd tidak berkecil hati untuk memberikan pembelaan terhadap rekan guru yang dianggap melakukan pelanggaran HAM tersebut karena menurutnya guru melakukan hal tersebut disebabkan karena ingin muridnya menjadi lebih baik dan akan lebih berguna terhadap bangsa yang kini mengalami perubahan mental yang sangat jauh dari etika yang sebenarnya seperti yang terjadi kini banyak para pejabat yang melakukan pelanggaran terhadap penyalahgunaan jabatannya untuk memperkaya diri, keluarga, kerabat dan atau organisasi atau partai yang mendukungnyanya, namun karena gurunya yang telah sangat sabar dalam memberikan bimbingan untuk menanamkan konsep pada muridnya, akhirnya gurunya lupa akan tindakan yang dilakukan terhadap siswanya tersebut padahal tujuan yang mulia akhirnya harus berakhir dengan pelanggaran HAM.

Namun Yunus dalam organisasi PGRI Lotim menjabat sebagai wakil ketua umum PGRI kab.Lombok Timur terus berusaha untuk melakukan pembelaan hukum terhadap gurunya, alhasil alhamdulillah selalu mendapatkan solusi/kemudahan dalam memberikan bantuan hukum terhadap para guru dengan berbagai masalah. Bukan hanya pada pelanggaran HAM saja beliau berjuang, namun seperti yang tersebut di atas juga beliau sudah sering melakoni dan alhasil berkat kegigihan, kepiwaian, kerja keras, keseriusan, dan serta kerjasama yang baik dengan berbagai elemen yang memegang kebijakan baik dari tingkat bawah sampai pada tingkat nasional. Dalam melakoni hal tersebut beliau tak jarang harus banyak meninggalkan keluarga sampai larut malam bahkan berhari-hari jika beliau harus keluar daerah untuk menyelesaikan masalah sertifikasi guru baik di lingkup Dikpora Lotim maupun di lingkup Kemenag Lotim jika dibutuhkan atau diminta bantuannya beliau selalu bersedia dengan fisnya yang selalu murah senyum.

Disamping baliau berjuang untuk memberikan bantuan pada rekan-rekan, beliau juga harus eksis sebagai pendidik anak bangsa yang menurutnya sebagai seorang guru yang professional harus selalu berada dihadapan para siswanya untuk mentransfer ilmu yang ada padanya sehingga apa yang ada padanya dapat diambil oleh siswanya untuk bekalnya dikemudian hari. Menurut beliau yang sudah banyak berpengalaman dalam dunia pendidikan telah terbukti dengan banyaknya murid yang telah didik dan menjadi sukses. Pengalamannya dalam mengajar selama 35 tahun Bapak yang telah memiliki 3 orang anak yang telah berkeluarga dan telah memiliki cucuk bahwa sebagai guru sekolah dasar tentu tidak diragukan lagi, karena jika diperhatikan dari masa kerjanya yang begitu lama maka dapat disimpulkan bahwa beliau telah menguasai seluk-beluk mendidik dan mengajar pada sekolah dasar.

Kini Yunus,S.Pd dikenal dengan pahlawan ditengah kegelisahan yaitu yang selalu ada ketika rekan-rekan guru Lotim mengalami masalah, namanya tidak asing lagi dimata para guru Lombok Timur karena perjuangannya yang tulus dan ikhlas dan selalu bersahaja dengan tutur katanya yang sopan penuh dengan jiwa kekeluargaan. Dan beliau masih sangat diharapkan diharapkan dalam organisasi guru yaitu PGRI Lotim dalam 5 tahun kedepannya dan beliau hanya ingin tetap berada pada posisi sebagai wakil ketua ketua PGRI Lotim mendampingi Mahsin,S.Pd,MM selaku ketua. Padahal jika beliau mencalonkan diri sebagai ketua, kemungkinan besar beliau terpilih menjadi ketua, namun beliau sangat bijak mengambil keputusan dengan alasan tidak mau merusak persahabatan dan persaudaraannya dengan Bapak Mahsin,S.Pd,MM yang sudah dibina sejak lama, karena persahabatan lebih dari segalanya.(Alpan) - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Advertisement

Artikel Terbaru