Peringati Hari Ibu, Gelar Dialog Publik

PMII Mataram gelar dialog publik dalam rangka memperingati hari ibu di aula PGRI NTB, senin 22 desember 2014, yang bertemakan “Refleksi Perjuangan Perempuan KOPRI PMII Kota Mataram Mengabdi Untuk Ibu Pertiwi”. Dialog ini menghadirkan narasumber dari kalangan perempuan, yakni sahabat Supiati Ibrohim, MH.I dan narasumber kedua Mala Farhianti, MH.I. Dipastikan keluarga besar KOPRI PC PMII Mataram yang hadir di acara ini sekitar ratusan orang, memenuhi ruangan aula PGRI yang memiliki kapasitas 150 orang. Dalam laporan panitia, sahabati Rahmatika mengatakan bahwa perempuan itu harus mampu mengabdi dan berjuang untuk membela Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Nanti malam, pengurus cabang KOPRI PMII Kota Mataram akan gelar aksi dama turun jalan,” jelasnya. Dalam sambutan Ketua KOPRI, Media menyebutkan bahwa KOPRI Mataram hari ini sudah mampu membuat sesuatu yang lebih bagi sang ibu. Dialog hari ini menurutnya sebagai salah satu momentum pertunjukkan bahwa perempuan KOPRI Mataram peduli terhadap semuaa perempuan Indonesia. “Dari Mataram, kita kobarkan semangat peduli perempuan.” Jelas Baiq Media yang menjabat sebagaai Ketua KOPRI PC PMII Mataram. Sahabat Suparman memberikan apresiasi kepada KOPRI PMII Mataram karena telaah menginisiasi peringatan hari ibu. Selanjutnya, Suparman memaparkan bagaimana peran ibu atau perempuan secara umum. “Perempuan pada zaman Rasulullah sangat dihargai dan hari ini kita harus menghargai perempuan, sebab nabi sudah mencontohkan demikian,” jelas Suparman. Dalam acara dialog, hadir beberaapa alumni PMII Mataram, diantaranya sahabat Husni Abidin, Taufik Hidayat, dan Drs. H. Lukman Hakim, M.Pd, salah satu dosen tetap di kampus IAIN Mataram. Husni menyampaikan sambutan atas nama alumni. Dalam sambutannya, Husni akan selalu mendukung segala kegiatan PMII Mataram. Husni mengatakan “kita semua adalah generasi perempuan sebab tanpa perempuan kita tidak mungkin lahir.” Menurutnya, keadilan dan gender harus dimaknai sebuah keadilan. Keadilan harus mengedepankan hak-hak gender. Gender bukan laki-laki, gender juga bukan perempuan. Namun gender adalah jenis kelamin sosial yang melupakan kodrat laki-laki dan perempuan. Lanjutnya, membangun bangsa ini harus berorientasi pada keadilan dan kesejahteraan, tegas Husni. Diakhir acara pembukaan, Drs. H. Lukman Hakim membaca puisi dan Surat Sang Ibu. Suasan ruangan begitu hening dan menggugah semangat para kaum pergerakan untuk selalu taat kepada kedua orang tua.[] - 05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru