Berte: Sumur di Tengah Laut

KM. Sukamulia – Kekuasaan Allah SWT sungguh tiada terbatas, penulis memang sering berkelana dan menemukan berbagai hal yang spektakuler, mistis, ekstrim dan eksklusif dan hari ini Allah SWT menggiring langkah penulis menuju salah satu kekuasaannya yang sungguh luar biasa. Sumur Air Tawar di tengah laut, itulah yang penulis temukan hari ini. Sumur ini disebut dengan nama Berte yang berlokasi di Pelabuhan Kayangan Lama Desa Lombok Kecamatan Pringgabaya.

Berte merupakan salah satu sumur yang dianggap memiliki nilai mistis oleh masyarakat sekitarnya, bagaimana tidak sebab sumur ini berada di dalam lautan. Hal yang membuat penulis terperanjak adalah air sumur ini yang rasanya seperti air putih biasa/tawar, artinya air sumur ini tidak asin ataupun payau padahal air laut di sekitarnya berasa asin itulah sebabnya air sumur ini dijadikan sebagai sumber air bersih/air minum oleh warga yang tinggal di sektarnya dan Alhamdulillah, hari ini saya dapat mencicipi air sumur ini.

Menurut informasi yang penulis dapatkan dari beberapa orang masyarakat setempat, Sumur Berte ditemukan oleh nenek moyang masiarakat mereka pada zaman eksisnya kerajaan Kayangan. Dikisahkan bahwa pada masa itu penduduk Kayangan mengalami kekeringan/kemarau panjang yang menyebabkan semua mata air di sekitar lokasi itu kering, termasuk sumur warga.

Melihat keadan tersebut, masyarakat berusaha untuk mencari mata air yang nantinya dapat mereka gunakan sebagai sumber air bersih untuk memenuhi kebutuhan mereka. Situasi saat itu memang betul-betul sulit, hingga 2 bahkan 3 bulan masyarakat setempat belum juga menemukan sumber air tawar. Melihat situasi seperti itu, Berte (seorang penduduk Kayangan yang cukup mantraguna) melakukan semedi di atas sebuah batu besar yang beradi di dalam lautan.

Batu itu memang berada di dalam lautan namun karena batu itu sangat besar maka permukaannya muncul hingga di atas permukaan air laut dan di atas permukaan batu itulah Berte melaksanakan pertapaannya untuk meminta petunjuk kepada Sang Penguasa Alam supaya masyarakatnya bisa mendapatkan sumber air bersih. Dengan kesaktian dan kekaromahan yang beliau miliki, setelah sehari semalam melakukan semedi di tempat itu maka Berte mendapatkan ilham bahwa di dekat batu tempat pertapaannya itu terdapat sumber air tawar.

Ketika bangun dari semedinya, Berte mecicipi air yang ada di sekitar batu tempat dimana ia bersemedi dan al-hasil ia menemukan air twar di tempat itu. Beliau kemudian menceritakan temuannya kepada penduduk lainnya dan ahirnya sumber air tawar di tengah laut itu mereka gunakan sebagai sarana untuk memenuhi kebutuhan mereka akan air tawar. Karena sumber mata air itu ditemukan oleh Berte maka nama penemunya itu diabadikan sebagai nama sumur itu hingga sekarang.

Saat ini sumur Berte sudah sudah dipagari beton dan tetap digunakan sebagai sunber air bersih bagi warga sekitar. Pada pagi, siang dan sore hari, warga sekita sering memanfaatkan sumur ini sebagai tempat mandi/membersihkan badan dan mencuci pakaian. Pemagaran ini dilakukan supaya masyarakat setempat tidak kesulitan untuk mengambil air bersih sebab jika air laut pasang maka sumur ini akan berada lumayan jauh dari daratan, dengan pemagaran itu maka penduduk setempat mudah menemukannya dan katanya sich sebelum sumur ini dipagai, penduduk setempat agak kebingungan sebab itulah mereka hanya bisa memanfaatkan air sumur ini ketika air laut sedang surut saja.

Selain difungsikan sebagai sumber air bersih, tempat mandi dan mencuci pakaian, Sumur Berte juga sering dikunjungi oleh penduduk sekitar dan orang luas dengan tujuan untuk mengambil air sumur ini sebab menurut kepercayaan orang-orang terdahulu, air sumur itu bisa membebaskan seseorang dari gangguan jin dan siluman dan atau sihir yang dipasang oleh orang-orang jahat. Wele… welee weleeee, ada-ada saja pemahaman teteua kita namun itu tidak apa-apa sebab kepercayaan dapat menjadikasan sesuatu bernilai bagi hidup seseorang.

Oya perlu penulis sampaikan bahwa lokasi sekitar Sumur Berte cukup indah sebagai tempat berwisata, air laut yang jernih, perahu-perahu nelayan yang berjejer rapi di lautan dan pemandangan alam yang indah cukup membuat mata kita terpesona. Berlibur bersama keluarga di tempat ini juga cukup asyk kok sebab lokasi sekitar pantai Kayangan Lama cukup luas dan tidak jauh dari lokasi ini anda bisa melanjutkan perjanan wisata ke Goa Biawak, Pelabuhan Nyumon dan Pelabuhan Kayangan Baru.

Jika anda ingin berkunjung ke lokasi ini maka anda tinggal belok kanan di pertigaan yang berada di dekat Terminal Labuhan Lombok (jika datang dari selatan) dan jika anda datang dari utara maka anda tinggal belok kanan. Dari Terminal Labuhan Lombok anda hanya membutuhkan waktu sekitar 7 menit sebab Sumuer Berte berada sekitar 900 m dari sana.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi kita semua dan semoga pula ini dapat memberikan kesadaran kepada kita sekalian atas kekuasaan Allah SWT yang tiada batasnya. Air tawar di dalam lautan merupakan hal yang sulit untuk kita pikirkan dengan nalar namun tiadak ada yang tidak mungkin jika Allah Sang Penguasa Semesta yang berkehendak. [] - 05

_By. Asri The Gila_

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru